Berita Viral
CERITA Seorang Peserta UTBK yang Bingung saat Rapid Test Diubah Menjadi Reaktif, Viral di Medsos
Dalam postingannya itu, ia menceritakan secara runtut awal mula dinyatakan non reaktif hingga mendadak diubah menjadi reaktif.
Selain itu, kata Daffa, kejadian siang tadi membuat dirinya down padahal saat itu sudah merasa siap untuk mengikuti ujian.
"Ya refleks down mental saya. Seharusnya kalau memang ada yang salah, saya kan bisa dihubungi jam 9-10 pagi setelah rapid yang semula non reaktif keluar," tandasnya.
28 Peserta Reaktif
Tiga hari berlangsungnya rapid tes gratis bagi peserta Ujian Tulis Besbasis Komputer (UTBK) di Universitas Airlangga (Unair), tercatat sudah ada 580 peserta yang mengikuti fasilitas ini.
Hasilnya terbaru sudah ada 28 peserta reaktif.
Ketua Pusat UTBK Unair Juaidi Khotib mengatakan, bagi peserta yang reaktif dari luar Surabaya akan dikembalikan ke tim satgas daerah asal.
"Ya dikembalikan asal dan dikomunikasikan satgas masing-masing peserta wilayahnya ," kata Junidi saat dikonfirmasi, Selasa (7/7/2020).
Junaidi memastikan, kebanyakan peserta yang datang dari luar kota biasanya didamping pihak keluarga dengan menggunakan kendaraan pribadi.
Namun jika peserta datang sendiri dan menggunakan kendaraan umum, maka pihak Unair akan menyerahkan ke Satgas Covid-19 wilayah asal calon mahasiswa tinggal.
"Yang jelas banyak peserta yang diantar keluarga dan membawa kendaraan sendiri. Kalau dengan angkutan umum kita serahkan ke satgas mereka," jelasnya.
Sedangkan bagi peserta UTBK yang dari Surabaya dan memiliki hasil reaktif nantinya akan langsung diisolasi di hotel yang disiapkan Pemerintah Surabaya.
"Ini kan sesuai dengan kesepakatan kita ketika ketemu dengan pak sekda dan juga Kepala BPB Linmas dan Satpol PP dan Kadinkesinkes. Sehingga memang kalau dia berasal dari pemkot ga perlu bawa apa-apa, isolasi sudah disiapkan pemkot," ungkapnya.
Bagi peserta yang saat ini memiliki hasil reaktif, Junaidi berharap agar segera melakukan tes swab untuk mengetahui hasil yang lebih akurat.
Peserta tersebut nantinya dapat mengikuti tes gelombang kedua pada 20-29 Juli mendatang dengan menunjukan hasil negatif dari pemeriksaan swab tes.
"Bisa, mereka bisa mengajukan lagi ke hotline UTBK. Kami sudah punya catatan mereka, jadi tinggal reschedulle jadwal ujiannya," pungkasnya.