Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info Kesehatan

Kalau Tak Mau Idap Penyakit Ini, Sebaiknya Kamu Hindari 3 Makanan Berikut Ini

Makanan seperti ini bisa memicu obesitas dan membuat tubuh mengalami fluktuasi hormon estrogen.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
GETTY IMAGES
Ilustrasi makanan berlemak 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Makanan berlemak tinggi sangat buruk untuk tubuh.

Makanan seperti ini bisa memicu obesitas dan membuat tubuh mengalami fluktuasi hormon estrogen.

Nah, fluktuasi hormon estrogen yang berlebihan inilah yang dipercaya bisa memicu kanker serviks pada wanita

Selain makanan berlemak tinggi, dua jenis makanan di bawah ini juga bisa berdampak buruk.

Salah satu dampak yang bisa dialami yakni penyakit kanker serviks.

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti wanita.

12 Fakta & Manfaat Minum Teh, Menurunkan Risiko Kanker Hingga Meningkatkan Risiko Pendarahan

Kanker serviks pada seorang wanita biasanya tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari berbagai faktor risiko.

Keberadaan kanker itu juga sering kali baru terdeteksi setelah kondisinya cukup parah.

Pada umumnya, wanita yang memiliki lesi pra-kanker atau kanker serviks stadium awal, tak akan merasakan keluhan apapun.

Dikutip Grid.ID dari Kompas.com, dijelaskan di buku Menaklukkan Kanker Serviks dan Kanker Payudara dengan 3 Terapi Alami (2012) karya Dr Lestari Handayani, dr, M Med (PH) dkk, sedikitnya ada 3 gejala yang sering dikeluhkan oleh para penderita kanker serviks.

Pertama, pendarahan abnormal, yang mana dapat terjadi sebagai gejala adanya penyakit kanker serviks pada wanita.

Pendarahan abnormal yang dimaksud terjadi saat setelah berhubungan seksual, setelah menopause, perdarahan atau flek-flek (spotting) di antara waktu haid, dan menstruasi lebih lama dari biasanya.

Kedua adalah keputihan abnormal dari vagina, yaitu keputihan kadang bercampur dengan darah.

Keputihan tersebut dapat terjadi di antara periode menstruasi atau setelah menopause.

Terakhir adalah nyeri saat berhubungan seksual, yaitu hubungan badan yang menyebabkan nyeri di pihak perempuan.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved