Breaking News:

News

Seorang Jurnalis Mengaku Diserang Polisi hingga Mengalami Patah Tangan di Rusia

Kabarnya pada Selasa (30/6/2020), seorang jurnalis Rusia diserang polisi hingga dilarikan kerumah sakit.

AP/David Frenkel
Foto Selfie yang diberikan oleh jurnalis Rusia David Frenkel ini menunjukkan luka-lukanya setelah dirawat di rumah sakit setempat di St. Petersburg, Rusia, Selasa, 30 Juni 2020. Seorang jurnalis dirawat di rumah sakit dengan lengan patah pada Selasa setelah konfrontasi dengan polisi di sebuah tempat pemungutan suara di mana dia tiba untuk menyelidiki laporan adanya penggelapan suara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya pada Selasa (30/6/2020), seorang jurnalis Rusia diserang polisi hingga dilarikan kerumah sakit.

Terkait hal tersebut, jurnalis itu mengalami patah tangan karena diserang seorang polisi.

Diketahui insiden penyerangan itu terjadi di tempat pemungutan suara, dan menjadi topik di Rusia.

Viral Video Seorang Ayah Menangis Sambil Peluk Anaknya yang Sudah Meninggal Didepan Rumah Sakit

Mahfud MD Sebut Semenjak Dipimpin Jokowi Protes soal Kebakaran Hutan Hampir Tak Ada Lagi

China Tak Takut Dimana dan Kapan Saja Bisa Pecah Perang, Laut, Darat, Udara, Militernya Siap Siaga

tangkapan layar twitter.com detik-detik seorang jurnalis diserang polisi
tangkapan layar twitter.com detik-detik seorang jurnalis diserang polisi (twitter.com/tvrain)

Seorang jurnalis di St. Petersburg dilarikan ke rumah sakit karena tangannya patah pada Selasa (30/6/2020) setelah berkonfrontasi dengan polisi di tempat pemungutan suara di mana dia tiba untuk menyelidiki laporan tentang adanya penggelapan suara.

Insiden itu menjadi topik utama nasional Rusia pada Rabu (1/7/2020) bersamaan dengan hari terakhir pemilihan umum terkait amendemen konstitusional yang memungkinkan presiden Rusia, Vladimir Putin untuk berkuasa sampai 2036.

Sementara itu, pihak pejabat negara menyalahkan insiden tersebut pada sang jurnalis.

Jurnalis itu bernama David Frenkel, bekerja di media online Mediazona. Dia datang ke St. Petersburg, ke salah satu tempat pemilu karena dia mendengar adanya penggelapan suara.

Seorang petugas polisi mematahkan tangannya ketika dia hendak diusir dari tempat pemilu tersebut.

Terdapat sebuah video yang merekam insiden tersebut.

Video itu kemudian ditayangkan oleh saluran TV Dozhd Independent dan diunggah di media sosial Twitter.

Halaman
12
Editor: Glendi Manengal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved