Berita Bitung
Wawali Bitung Maurits Mantiri Lepas Penyu Tukik ke Laut
Kejadian itu tiba-tiba, ada banyak penyu yang masih sangat kecil berkumpul di pendopo tepi pantai. Diduga mereka mencari cahaya yang dipantulkan lampu
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Suasana tenang, deburan ombak di tepi pantai hingga rintik hujan yang turun adalah gambaran singkat kondisi Pantai Ghia di Motto Kadodo, Kelurahan Motto Kecamatan Lembeh Utara Kota Bitung, Minggu (28/6/2020) malam.
Suasana itu mendadak riuh dan ramai, karena sejumlah orang yang sedang beristirahat di situ di kejutkan dengan penemuan ratusan ekor penyu tukik yang naik dari laut ke darat.
"Kejadian itu tiba-tiba, ada banyak penyu yang masih sangat kecil berkumpul di pendopo tepi pantai. Diduga mereka mencari cahaya yang dipantulkan oleh lampu, sehingga kami langsung mematikan semua lampu," cerita Ir Maurit Mantiri MM menceritakan kejadian, Senin (29/6/2020).
Menurut Maurits yang juga Wakil Wali Kota Bitung kejadian ini khusus di Pantai Ghia Motto, baru pertama dia alami. Namun, menurut warga mungkin sudah pernah ada di waktu yang lalu.
• Selama Pandemi Covid-19, Pedagang Pasar Beriman Wilken Tomohon Tetap Bayar Retribusi
Melihat keberadaan ini, Maurits berpandangan rupanya pesisir pantai di seputaran Kelurahan Motto ada beberapa titik yang menjadi tempat berkembang biak dari Penyu.
"Saat mereka terkumpul di daratan, kami langsung mengumpulkan mereka di satu tempat lalu melepaskan dan menyelamatkan mereka di Pantai Ghia, karena Penyu merupaakan satwa yang dilindungi," tandasnya.
Menariknya keesokan harinya, saat pagi-pagi benar muncul lagi gerombolan penyu tukik dari laut ke tepi pantai.
Terpisah, pemerhati hewan berharap agar Pemerintah Kota Bitung (Pemkot) Bitung bisa memperhatikan hal ini.
• Wali Kota Hadiri Upacara HUT Bhayangkara ke-74, GSVL: Sukses Terus Polri
Dengan cara membuat tim atau orang-orang yang bisa cepat tanggap membantu jika masyarakat menemukan satwa liar, yang dilindungi seperti Penyu, Yaki, atau satwa liar lainnya.
Atau pemkot bekerjasama dengan lembaga pelestarian satwa liar.
Contohnya yang terdekat BKSDA dan Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki.
Karena mereka yang lebih memiliki pengetahuan untuk mengedukasi tentang hal ini.
• Dikurung Ibunya 26 Tahun, Tak Pernah Lihat Langit, Tetangga Terkejut saat Melihat Kondisi Wanita Ini
Nantinya sistem edukasinya bisa bekerja sama dengan pemkot. bisa melalui sebaran media online, flyer dan lainnya.
Lanjuta sumber yang enggan namanya disebutkan, jikalau kalau team sudah terbentuk, harapan kedepannya saat masyarakat menemukan satwa liar yang dilindungi agar langsung menghubungi orang yang terlatih/tahu.
Dan mungkin juga untuk berikut untuk tidak menyebarluaskan tentang pemberitaan pantai di mana pantai yang biasanya penyu bertelur.
• Info Harga Emas Siang Ini, Terus Menguat Dekati Puncak Delapan Tahun, Berikut Penjelasannya