Webinar Bela Negara

Webinar Kader Bela Negara Lawan Covid-19, Perkuat Bela Negara Lewat Ekstrakulikuler di Sekolah

Kesbangpol Sulut bekerja sama dengan Tribun Manado menggelar webinar Bersatu, Kader Bela Negara Lawan Covid-19, Selasa (30/6/2020)

Penulis: Ryo_Noor | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Ryo Noor
Kesbangpol Sulut bekerja sama dengan Tribun Manado menggelar webinar Bersatu, Kader Bela Negara Lawan Covid 19, Selasa (30/6/2020). 

TRIBUN MANADO.CO.ID, MANADO - Kesbangpol Sulut bekerja sama dengan Tribun Manado menggelar webinar Bersatu, Kader Bela Negara Lawan Covid-19, Selasa (30/6/2020).

Sejumlah tokoh nasional hadir dalam diskusi daring ini, di antaranya Menhan Prabowo Subianto, Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Rektor Universitas Pertahanan Laksdya A Octavian, Technical Oficer WHO Glen Lolong dan Gubernur Lemhanas Letjen Agus Widjoyo

Gubernur Lemhanas pada satu materinya menyatakan, masih simpang siur pemahaman, bagaimana alokasikan komponen dan sumber daya bangsa diarahkan fokus kebijakan tertentu dalam hal ini Covid 19.

Bela negara harus ada gambaran jelas siapa berbuat apa. Menurutnya bela negara hadus diwadahi dalam organisasi yang akan berkontribusi bela negara.

Wajib Optimalkan Sosialisasi, Tiga Kandidat Bakal Calon Tomohon Disurvei Terakhir

Misalnya kader bela negara berkontribusi di bidang kesehatan

Ia mencontohkan, ia punya pengalaman ketika ke Singapura sedang jalan jalan, lalu istri lemas. Orang di jalan langsung memanggil ambulans dan segera datang

"Di ambulans itu yang bertugas tenaga muda," katanya.

Hal ini bentuk bela negara, bagaimana kadernya bisa menangani sesuatu
secara profesional.

Lions Club Manado Bunaken Berbagi Sembako, Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19

''Jelas wadahnya strukturnya jelas. Konsep memikirkan pemikiran lanjut implementasi tuntas dan jelas," sebut dia.

Rektor Universitas Pertahanan Laksdya A Octavian mengungkapkan, harapannya setelah adanya diskusi ini pemhaman lebih baik bagi kader bela negara.

Ia mencontohkan, bela negara itu bisa dibekali dari sekolah

"Apa disampaikan implementasikan di sekolah diajarkan ekstrakulikuler, misalnya PMI, Pramuka dalam penanganan Covid menangani orang sakit," ujarnya.

Pemuda Ini Rusak 19 Bocah Laki-Laki, FCR Cari Mangsa Melalui Facebook

Sekolah di Indonesia justru punya keunggulan yakni ekstrakulikuler yang beragam.

Sementara itu Technical Officer WHO, Glen Lolong mengharapakan, generasi muda mendukung pemerintah. Berharap kepada gubernur dan semua instrumen melengkapi kebutuhan garda depan, sesuai perencanaan logitisk standar WHO.

"Jangan sampai dokter pakai APD jas hujan ini berbahaya sekali," ujarnya

WHO mendukung Indonesia siap pembantu pemerintah menghadapi Covid-19. (Ryo)

Tangani Pandemi Covid-19, Pemerintah Berikan Fasilitas PPh untuk Masyarakat

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved