Minggu, 10 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

7 Jenis Jamur Beracun yang Tidak Bisa Dimakan, Bisa Sebabkan Koma hingga Kematian

Jamur enoki sebenarnya aman untuk dikonsumsi karena bakteri Listeria monocytogenes akan mati jika dimasak dengan benar

Tayang:
Editor: Chintya Rantung
((SHUTTERSTOCK/K321))
llustrasi jamur enoki 

Destroying angels sebenarnya adalah beberapa spesies jamur putih di kelompok Amanita.

Jamur yang sangat beracun ini sangat mirip dengan jamur kancing yang dapat dimakan.

Salah satu spesies ini, Amanita bisporigera, dianggap sebagai jamur paling beracun di Amerika Utara.

Biasanya gejala keracunan akan muncul setelah 5 – 24 jam setelah mengonsumsi jamur jenis ini.

Gejalanya biasanya meliputi muntah, linglung, kejang-kejang, diare, gagal hati, dan ginjal. Jamur ini juga bisa menyebabkan kematian.

4. Autumn Skullcap (Galerina marginata)

d
Autumn Skullcapd (wikimedia.org)

Autumn skullcap bisa dengan mudah kita temukan di Bumi bagian utara dan juga sebagian Australia.

Galerina marginata adalah jamur yang biasanya tumbuh pada kayu yang sudah lapuk dan membusuk.

Jamur ini juga mengandung amatoxin. Jika memakannya dapat menyebabkan diare, muntah, hipotermia, kerusakan hati, dan juga kematian.

5. Webcaps

d
Webcaps (first-nature.com)

Webcap ada dua jenis, deadly webcap (Cortinarius rubellus) dan fool’s webcap (Cortinarius orellanus).

Kedua jamur ini sangat mirip dalam bentuk fisik. Jamur yang memiliki racun dikenal dengan sebutan orellanin.

Jika memakan jamur tersebut akan timbul gejala awal seperti flu biasa. Namun, pada akhirnya toksin yang terkandung dalam jamur itu akan menyebabkan gagal ginjal dan kematian jika tidak diobati.

6. Conocybe Filaris

q
Conocybe Filaris (wikimedia.org)

Conocybe filaris adalah jamur yang tumbuh seperti rumput dan mudah ditemukan di Pasifik Barat Laut.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved