Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Indonesia

MIRIS, Biaya Tinggi Tes Covid-19 Menelan Korban, Tak Punya Uang, Ibu Kehilangan Anak dalam Kandungan

Seorang ibu di Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan kehilangan anak di dalam kandungannya lantaran tidak mampu membayar biaya swab test

Editor:
Suryamalang.com/kolase TribuPekanbaru
Ilustrasi ibu hamil meninggal dunia dan bayi tewas 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kian menjadi, polemik biaya tinggi tes virus corona dikabarkan menelan korban.

Seorang ibu di Makassar dikabarkan jadi korban, Ia kehilangan anak dalam kandungan.

Menurut informasi yang ada, nasib naas yang dialami sang ibu ini lantaran tak kuat bayar swab test Rp 2,4 juta.

Saat ini Uji tes Covid-19 melalui rapid maupun swab test dianggap telah "dikomersialisasikan".

Besarnya biaya tes disebut telah menelan korban di masyarakat.

Yang terbaru, seorang ibu di Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan kehilangan anak di dalam kandungannya lantaran tidak mampu membayar biaya swab test sebesar Rp 2,4 juta.

Padahal, saat itu dirinya membutuhkan tindakan cepat untuk dilakukan operasi kehamilan.

Tak pelak, pengamat kebijakan publik mendorong pemerintah untuk membebaskan biaya tes virus corona.

Apabila hal tersebut tidak memungkinkan, pemerintah dinilai perlu melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap harga tes Covid-19 sehingga terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ilustrasi virus corona.
Ilustrasi virus corona. (NOVA)

Asosiasi Rumah Sakit Swasta mengungkapkan bahwa adanya biaya tes virus corona karena beberapa hal.

Yakni, pihak RS harus membeli alat uji dan reagent sendiri, dan juga membayar tenaga kesehatan yang terlibat dalam uji tersebut.

Biaya rapid test mulai dari Rp200.000 hingga Rp500.000, sementara untuk swab test (alat PCR) antara Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta, belum ditambah biaya-biaya lain.

Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh masyarakat, terutama kelompok rentan yang positif corona berdasarkan hasil tes dan membutuhkan layanan kesehatan darurat, agar langsung berobat ke rumah sakit rujukan pemerintah Covid-19, agar semua biaya ditanggung oleh pemerintah.

Dengan begitu, diharapkan kasus yang terjadi di Makasar tidak terulang kembali.

'Kehilangan anak' dalam kandungan

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved