Illegal Fishing
Ini Tanggapan Pengamat Soal Pengawasan Illegal Fishing di Laut
tentu penegasan hukum, karena biasanya pelaku illegal fishing punya kemampuan yang lumayan bagus jadi perlu diperlukan patroli
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pengamat Perikanan dan Kelautan Dr Ir Johnny Budiman MSi MSc, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kerja Sama Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat Manado, memberikan tanggapan terkait apa yang perlu dilakukan dalam menjaga laut dari illegal fishing.
"Iya tentu penegasan hukum, karena biasanya pelaku illegal fishing punya kemampuan yang lumayan bagus jadi perlu diperlukan patroli yang bagus, tapi sekarang keterlibatan lembaga negara ada dari kementerian perikanan melakukan pengawasan," kata dia saat dihubungi Tribun Manado, Kamis (11/6/2020).
Ia juga mengatakan, setiap minggu juga ada penangkapan pelaku illegal fishing.
"Jadi kita perlu ketegasan dalam hal ini pelaksanaan hukum harus tegas," jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa, laut itu ibarat kebun yang harus dijaga dan pasti ada saja yang datang pencuri.
• Pengusaha Perikanan Bitung, Tagih Janji Menteri Edhy
"Selain patroli perlu juga pembedayaan nelayan karena begitu banyak aktivitas nelayan di laut karena jika ada pencuri dari luar kemungkinan agak sungkan melihat nelayan kita," bebernya.
Dr Johnny Budiman mengungkapkan, sekaligus nelayan sebagai dalam tanda kutip untuk patroli.
"Pemberdayaan nelayan dan perlu juga dibekali nelayan kita agar bisa survive di daerah yang lumayan jauh misal ZEE karena di sana tempat biasanya terjadi illegal fishing," ujarnya.
Selain itu, ia menambahkan, kalau sekarang ada pihak TNI Angkatan Laut dan gugus tugas 115 yang intens sering patroli di laut.
• Ini Keterangan Kru Kapal Asing yang Ditangkap Curi Ikan di Indonesia
"Dan sering kita dengar pihak kementerian perikanan sering menangkap kapal-kapal illegal fishing," ucap dia lagi.
Ia juga menjelaskan, jadi itu yang paling bagus keterlibatan aparat yang sudah tegas dan makin banyak yakni hari layar untuk pengawasan.
"Sehingga para pelaku illegal fishing melihat, bahwa kita hadir di laut mengawasi," bebernya.
"Kemarin kan itu bagus kayak di Bitung ditangkap langsung diproses hukum dan sekarang yang menarik kapal-kapal yang dulu dibom itu sekarang tidak. Bisa kemungkinan agar dihibahkan ke nelayan," sebut dia.
Ia juga menjelaskan, saat ini, dalam rangka pengelolaan perikanan sudah jelas dan untuk di Sulawesi Utara harus memikirkan bagaimana pengelolaan perikanan.
"Harus hadir ABG yakni Akademisi, Businessman dan Government," kata dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dr-ir-johnny-budiman-msi-msc.jpg)