PLN
Tagihan Listrik di Rumah Salah Satu Direktur PLN Melonjak, Ini Yang Dia Lakukan
Direktur Human Capital Manajemen PLN Syofvie Felianti Roekman menuturkan lonjakan tagihan listriknya bahkan mencapai 100%.
"Mungkin memang itu ada yang tidak valid, pelanggan bisa konsultasikan ke call center PLN di 123 untuk memastikan," tutup Yuddy.
Lonjakan Sejak Tagihan April
Seperti diketahui, ditengah pandemi covid-19 masyarakat ramai-ramai mengeluhkan tagihan listrik.
Kenaikan dirasakan masyarakat yang akan melakukan pembayaran pada bulan April 2020 ini.
Banyak yang menduga dikalangan masyarakat jika PLN menaikan tarif listrik secara diam-diam ditengah pandemi covid-19.
Namun PLN membantah jika menaikan harga tarif listrik.
Hal ini sampaikan oleh EVP Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka.
Ia mengatakan jika tidak ada kenaikan tarif listrik, melainkan ada tambahan tagihan listrik di bulan April.
Menurut dia, tambahan tagihan listrik ini terjadi sejak bulan Maret dimana PLN tidak lagi mengirimkan petugas ke rumah warga untuk melakukan pencatatan meteran.
Untuk itu sebagai gantinya PLN menagih sesuai rata-rata pemakaian pelanggan dalam 3 bulan terakhir.
"Pemakaian listrik di Maret meningkat, artinya ada kelebihan pemakaian yang belum dibayar."
"Ini karena PLN hanya menagih sesuai rata-rata pemakaian 3 bulan terakhir."
"Kelebihan ini kemudian diakumulasikan PLN ke tagihan pemakaian bulan April," kata I Made dalam keterangan saat video konferensi pers, Rabu (6/5/2020)
I Made mencontohkan pola tambahan tagihan listrik yang terjadi misalnya rata-rata pemakaian sebulan 50 kWh, namun sejak Maret mengalami intensitas yang tinggi hingga 70 Kwh. Sehingga PLN menagih 50 Kwh, sehingga 20 Kwh belum tertagih.
Sehingga atas kondisi itu otomasi 20 Kwh akan masuk tagihan ke mulai mulai masuk bulan April dan itu terjadi carry over 90 kWh plus 20 kWh yang carry over bulan Maret.