Kamis, 30 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Fakta Baru Viral Gajah Mati Berdiri Usai Makan Nanas Mercon, Ternyata Bukan Diberi Makan Warga

Seorang Petugas Dinas Kehutanan India mengatakan bahwa nanas berisi mercon itu dimaksudkan untuk diumpankan pada babi hutan

Tayang:
Editor: Finneke Wolajan
Facebook: Mohan Krishnan
Gajah Hamil Ditemukan Mati Berdiri di India 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral dan menjadi pembahasan di Indonesia dan dunia, ternyata telah ditemukan fakta baru tentang kasus gajah hamil diberi makan nanas mercon.

Pada awalnya disebutkan bahwa gajah diberi makan oleh warga nanas mercon secara langsung, ternyata itu tidak benar, lapor Worldofbuzz pada Jumat (5/6/2020).

Petasan dilaporkan meledak di mulutnya, melukainya dan menyebabkan ia meninggal berdiri di atas sungai.

Kejadian ini memicu kemarahan di seluruh dunia dan keadilan dituntut atas nasib hewan malang itu.

World Animal Protection bahkan menulis kepada Menteri Lingkungan Union Prakash Javadekar, Kepala Menteri Kerala Pinaravi Vijayan dan pihak berwenang setempat mendesak tindakan cepat dan kuat terhadap para tersangka.

Dikutip dari The News Minute seorang saksi mengatakan: 

"Tidak ada yang mau memberi makan nanas ke gajah."

"Gajah itu menemukan nanas berisi mercon di suatu tempat dan mengonsumsinya tanpa sadar."

Seorang Petugas Dinas Kehutanan India mengatakan bahwa nanas berisi mercon itu dimaksudkan untuk diumpankan pada babi hutan.

Babi hutan ini telah menyebabkan kerusakan harta benda penduduk setempat.

Ia menambahkan bahwa penduduk setempat tidak akan pernah memberi makan gajah dengan sekejam itu secara sadar.

“Beberapa orang benar-benar melakukan hal-hal gila seperti mereka menganggap hewan liar sebagai ancaman terhadap harta benda dan kehidupan mereka."

"Peristiwa semacam itu memang terjadi di tempat-tempat di mana hewan liar menciptakan masalah bagi manusia,” katanya.

Sanggahan dan politisasi kasus gajah ini di India

Meskipun sulit untuk dipercaya bahwa kematian brutal gajah yang tidak bersalah dapat dijadikan agenda politik, tampaknya hal itu memang terjadi.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved