News
China dan India Bersumpah Akan Selesaikan Masalah di Perbatasan Sendiri, Tanpa Melibatkan AS
Kedua negara akan menggelar perundingan pada hari Sabtu yang diprediksi oleh para pengamat akan berakhir secara positif.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebelumnya kabarnya aktivitas militer di perbatasan India dan China semakin meninggkat.
Hal tersebut terjadi setelah China menolak tawaran India untuk menyelesaikan masalah tersebut dengan damai.
Terkait itu India pun tak mau Harga dirinya diinjak.
• Tudingan Soal Sembunyi di Bunker saat Demo,Trump: Bukan untuk Berlindung, Saya Disana Tidak Lama
• Soal Pak Jokowi Divonis Bersalah, Refly Harun: Kenapa Berita Ini Menjadi Penting?, Ini Pesannya
• Rahayu Saraswati Ponakan Dari Prabowo Subianto Siap Bertarung di Pilkada Tangsel
Masalah perbatasan antara China dan India masih menemui jalan buntu.
Akan tetapi, kedua negara akan menggelar perundingan pada hari Sabtu yang diprediksi oleh para pengamat akan berakhir secara positif.
Melansir South China Morning Post, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh membenarkan pertemuan antara para pemimpin senior militer India dan China, meskipun kedua belah pihak mengirim lebih banyak pasukan ke garis depan.
Juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian mengatakan pada hari Rabu bahwa posisi China dalam sengketa perbatasan adalah untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasional dengan tetap menjaga perdamaian dan stabilitas.
"Saat ini komunikasi antara China dan India telah lancar dengan saluran yang berfungsi dengan baik," katanya di Beijing kepada South China Morning Post.
Dia menekankan bahwa situasi di daerah sengketa "stabil dan dapat dikendalikan", dan tidak memerlukan keterlibatan pihak ketiga.
Itu artinya, China dan India menolak tawaran Amerika Serikat untuk menengahi perselisihan tersebut.
Perselisihan ini pertama kali terjadi pada awal Mei di dekat Garis Kontrol Aktual (LAC) antara Ladakh yang dikelola India dan Aksai Chin yang dikelola China, tepatnya di sebuah lembah di mana India baru saja membangun sebuah jalan.
China meyakini, India telah melewati batas LAC.
Sementara India mengklaim bahwa mereka berada di wilayah India dan bahwa kedua belah pihak memiliki pemahaman yang berbeda tentang LAC.
Pengamat politik Tiongkok optimistis tentang hasil pertemuan para pemimpin militer, dengan mengatakan tidak ada satu pun pihak yang memiliki niat atau alasan untuk membiarkan situasi berputar di luar kendali.
"Penguatan pasukan dapat dipandang sebagai pencegahan dan tawar menawar dalam negosiasi yang akan datang," kata Sun Shihai, seorang peneliti tentang hubungan Cina dengan Asia Selatan di Akademi Ilmu Sosial Tiongkok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/beijing_20180610_005124.jpg)