News

Sultan Johor Ingatkan Akan Bubarkan Majelis Legislatif Jika Gejolak Politik Berlanjut

Kabarnya dari Sultan Johor memperingatkan, ia akan membubarkan Majelis Legislatif Negara Bagian Johor jika gejolak politik berlanjut

Istimewa
Sultan Johor 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya dari Sultan Johor memperingatkan, ia akan membubarkan Majelis Legislatif Negara Bagian Johor jika gejolak politik berlanjut, setelah Perikatan Nasional (PN) menggulingkan Pakatan Harapan (PH) dan mengambil alih pemerintahan Malaysia.

Diketahui dalam sebuah posting di Facebook, Rabu (3/6), Sultan Ibrahim Iskandar menyatakan kekecewaannya dengan politisasi berkepanjangan di Johor.

Terkait dengan "politisi yang haus kekuasaan" mengambil posisi untuk kepentingan diri mereka sendiri.

Perusahaan China Tetap Ngotot IPO di Bursa AS Meski Aturan Sudah Diperketat

5 Hal Ini Akan Menjadi Kebiasaan di Era New Normal

Dari Penangkapan Nurhadi dan Menantunya Rezky Herbiyono KPK Juga Bawa 3 Kendaraan dan Uang

Malaysia
Malaysia (ist)

“Mereka jelas tidak menghargai kesulitan yang dihadapi rakyat sekarang, dan tampaknya bertekad memperburuk penderitaan rakyat," katanya seperti dikutip Channelnewsasia.com. 

“Saya tidak tahan melihat rakyat saya menderita. Saya tidak akan membiarkan negara saya berantakan,” tegasnya.

Sultan Johor mengatakan, dia telah mengambil sumpah untuk melindungi dan menjaga kesejahteraan rakyatnya setiap saat. “Jika politisasi berlanjut, saya akan segera membubarkan majelis legislatif Negara Bagian Johor," ujarnya.

“Saya akan memberi orang kesempatan (untuk) memilih pemimpin politik baru untuk mewakili kepentingan mereka, dan saya berharap, kali ini, rakyat akan memilih pemimpin yang benar-benar ingin melayani rakyat dan negara, bukan hanya untuk partai politik masing-masing atau diri mereka sendiri,” kata Sultan Johor.

Jatuhnya pemerintahan PH di Johor pada akhir Februari lalu dipicu oleh runtuhnya pemerintahan PH di Malaysia.

Setelah bertemu dengan anggota Majelis Legislatif Negara Bagian Johor pada Februari lalu, Sultan Ibrahim mengumumkan koalisi baru yang terdiri dari anggota parlemen dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu) dan Barisan Nasional (BN), yang memiliki mayoritas kursi untuk membentuk pemerintahan baru di Johor.

Selanjutnya, Ketua BN Johor Hasni Mohammad, yang berasal dari Organisasi Nasional Melayu Bersatu, menggantikan Sahruddin Jamal dari Bersatu untuk menjadi menteri utama yang baru. Dari 56 kursi di Majelis Legislatif Johor, PN memegang 29 kursi sementara PH memiliki 27 kursi.

Halaman
12
Editor: Glendi Manengal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved