Kematian George Floyd

Situasi Amerika Serikat Memanas, 1400 Orang Sudah Ditangkap Saat Demonstrasi

Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika, dipicu kematian George Floyd warga kulit hitam di Minneapolis

(SIPA USA/JOHN RUDOFF via REUTERS
Demonstran memadati Portland, Oregon, Amerika Serikat, pada Jumat (29/5/2020) untuk memprotes pembunuhan George Floyd di Minneapolis, Minnesota, pada Senin (25/5/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Unjuk rasa besar-besaran terjadi di Amerika, dipicu kematian George Floyd warga kulit hitam di Minneapolis.

Protes masyarakat yang berbuntut pada kerusuhan ini juga menjalar hingga Washington DC Amerika Serikat.

Para demonstran membakar dan menghancurkan jendela-jendela gedung di dekat Gedung Putih.

Kini, pasukan Garda Nasional AS diturunkan untuk membantu polisi meredam kerusuhan di AS yang terus meluas.

Sekitar 1.400 orang sudah ditangkap.

Sementara demonstrasi telah merembet hingga di 48 kota meski pemerintah telah memberlakukan jam malam.

Sejak Kamis (28/5/2020) hingga Minggu (31/5/2020), Associated Press telah menghitung setidaknya ada 1.383 orang yang ditangkap oleh polisi, dan tersebar di 17 kota AS.

Dilansir New York Post Sabtu (30/5/2020), angka mereka yang dibekuk bisa jadi makin membesar karena demonstrasi terus berlangsung.

Sekitar sepertiga dari pengunjuk rasa yang ditangkap berasal dari Los Angeles, Jumat (29/5/2020). Kematian pria 46 tahun yang dikenal sebagai "raksasa lembut" itu terus meluas.

Kondisi Amerika Memburuk, Aksi Penjarahan Terjadi Pasca Kerusuhan, Toko-toko Terpaksa Tutup

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved