Selasa, 21 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

KABAR BAIK Vaksin Virus Corona Berhasil Ditemukan, Kini Dikirim ke Arab Saudi dengan Alasan Ini

Setelah pengembangan vaksin virus corona tersebut, kini Rusia telah mengirimnya ke Arab Saudi untuk diuji coba para ahli kesehatan.

Editor:
Kompas TV
ILUSTRASI Penelitian Virus Corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID  - Di tengah penyebaran pandemi virus corona (Covid-19) ada banyak negara yang sedang berlomba-lomba mencari vaksin yang ampuh untuk hadapi virus ini.

Belum lama ini dikabarkan, Negara Rusia telah mengklaim telah berhasil menemukan vaksin virus corona (Covid-19).

Menurut informasi yang ada, hasil pengembangan vaksin tersebut dapat segera diujicobakan.

Setelah pengembangan vaksin virus corona tersebut, kini Rusia telah mengirimnya ke Arab Saudi untuk diuji coba para ahli kesehatan.

Hal tersebut dilakukan karena Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF), dana kekayaan negara yang telah berkolaborasi dengan Kerajaan pada banyak proyek investasi.

 

Obat untuk virus corona tersebut adalah Avifavir yang rencananya akan diluncurkan pada konferensi pers virtual di Moskow pada Senin (1/6/2020).

Ilustrasi vaksin virus corona atau covid-19
Ilustrasi vaksin virus corona atau covid-19 (dok.ist/via tribun padang)

RDIF mengatakan obat itu telah menunjukkan kemajuan tinggi dalam merawat pasien virus Corona selama uji klinis.

Bahkan, telah menerima sertifikat pendaftaran dari Kementerian Kesehatan Rusia.

Kirill Dmitriev, Kepala Eksekutif RDIF, mengatakan kepada Arab News, Minggu (31/5/2020):

“Kami sedang dalam pembicaraan dengan mitra Saudi tentang kemungkinan pasokan Avifavir ke Arab Saudi.”

“Kami juga berbagi hasil positif dari uji klinis di Rusia.”

“Mitra kami menyatakan minatnya untuk memulai uji klinis Avifavir di Kerajaan.”

Avifavir, yang mengganggu mekanisme reproduksi virus Corona merupakan obat anti virus Rusia pertama yang telah terbukti efektif dalam uji klinis.

Obat itu telah dipelajari dengan baik, karena telah digunakan di Jepang sejak 2014 terhadap influenza yang parah, kata RDIF.

Dmitriev menambahkan:

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved