Update Virus Corona Sulut

Jumlah Orang Keluar Sulut Masih Tinggi, Hari Ini Ada 105 Dokumen Perjalanan yang Diurus

Meski saat ini pemerintah telah ketat membatasi perjalanan orang di Wilayah Provinsi Sulut, namun animo masyarakat untuk keluar daerah masih tinggi

Don Ray Papuling
Steaven Dandel 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Meski saat ini pemerintah telah ketat membatasi perjalanan orang di Wilayah Provinsi Sulut, namun animo masyarakat untuk keluar daerah masih tinggi.

Juru bicara tim gugus tugas Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel, Senin (1/6/2020) mengatakan pada hari ini ada sekira 105 orang yang mengurus surat ijin perjalanan, baik melakukan verifikasi dokumen di Kantor Gubernur tepatnya di Ruangan CJ Rantung maupun di Dinas Kesehatan Provinsi Sulut.

"Namun dari keseluruhan yang mengurus, semuanya masih kita verifikasi, sebab proses verifikasi sangat selektif dan ketat, sehingga tidak semua orang yang bisa bebas keluar," bebernya.

Dandel mengatakan, hanya ada enam sektor yang diizinkan keluar Sulut saat ini, pertama orang yang bekerja di instansi pemerintah maupun swasta yang menyelenggarakan pelayanan Covid-19, kemudian pekerja di sektor keamanan, pertahanan dan ketertiban, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pendukung layanan dasar serta fungsi ekonomi penting

Insentif 60 Tenaga Medis di Kota Tomohon Belum Cair, RSUD Anugerah Usulkan Rp 450 Juta Bulan April

"Sehingga memang dalam proses verifikasi dokumen, bukan dipersulit, namun pemeriksaanya dilakukan sangat ketat, sebab tidak semua orang yang bisa bebas keluar Sulut," bebernya

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Debbie Kalalo menjelaskan ketika akan keluar dari Provinsi Sulut, para pelaku perjalanan wajib melakukan verifikasi dokumen pelaku perjalanan, di posko gugus tugas covid-19 Provinsi Sulut yang berlokasi di Ruangan CJ Rantung, Kantor Gubernur

Setelah melakukan verifikasi dokumen, tambah dia calon penumpang diwajibkan untuk mengikuti rapid tes secara mandiri.

"Ada tiga lokasi yang menyediakan rapid tes yakni di Laboratorium Prodia, RSUP Prof Kandou dan Rumah Sakit Siloam, namun biaya pemeriksaan rapid, tentu harus ditanggung oleh calon penumpang," ungkapnya

"Usai rapid jika hasil tes negatif, maka dibawah kembali, untuk disahkan pejabat dinas kesehatan Sulut, nanti setelah itu baru calon penumpang membeli tiket, kemudian saat hari keberangkatan, seluruh dokumen wajib dibawah, untuk diperiksa oleh petugas bandara maupun pelabuhan, kemudian dilakukan pemeriksaan suhu tubuh terakhir sebelum diberangkatkan," jelas Kalalo

Desa Pancasila Itu Ada di Bolmong

Untuk orang yang masuk di wilayah Sulut, tambah dia wajib membawa dan menunjukan kepada petugas kesehatan atau gugus tugas surat Keterangan kesehatan dari tempat asal dan hasil PCR Tes Swab, dengan masa berlaku 7 hari sejak dilakukan pemeriksaan.

"Mereka juga wajib melakukan rapid test saat tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado atau Pelabuhan International Hub Bitung. Jika hasil Rapid Test Reaktif, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan swab," jelas dia.

Kalalo menerangkan kalau hasil rapid test non reaktif, maka pemeriksaan ulang Rapid Test dilakukan kembali 10 hari kemudian.

"Orang yang baru tiba di Sulut juga harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari yang diatur oleh gugus tugas percepatan penanganan covid-19 baik provinsi, maupun kabupaten/ kota," singkatnya. (drp)

Baru Dua Daerah di Sulut yang bisa Laksanakan New Normal

Penulis: Don Ray Papuling
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved