Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Sulut

Ini Penjelasan Gugus Tugas Covid-19 Sulut dan Dirut RS Pancaran Kasih Terkait PDP Yang Meninggal

"Untuk memandikan dan mensholatkan jenazah bukan kepada keluarga," kata Dandel dalam pesan tertulis.

Tayang:
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Suasana di Rs Pancaran Kasih terkait Pasien Dalam Pengawasan yang meninggal dunia, Senin (1/6). 

Sementara dari video yang beredar luas, anak almarhum yakni Khairul Lasarika (28) turut membenarkan adanya upaya pemberian uang dari pihak rumah sakit kepada keluarga, agar mau dikuburkan sesuai protap.

"Kejadiannya saat selesai memandikan jenazah ayah saya, ada seorang dokter yang menggunakan APD lengkap datang dan mengatakan akan memberikan uang.

Dia meminta ayah harus dikuburkan sesuai protap dan menggunakan peti. Jelas kita tolak," tegasnya.

Menanggapi hal tesebut, pihak rumah sakit Pancaran Kasih, melalui press release singkat membatah adanya upaya pemberian uang untuk membujuk keluarga agar pemakaman jenazah PDP dilakukan sesuai protap Covid-19.

Sementara juru bicara tim gugus tugas Provinsi Sulut mengatakan saat kejadian tersebut, memang sudah ada tim pendamping psikologi yang diturunkan, dengan melibatkan polisi, maupun tokoh agama.

"Namun, berbagai negosiasi dan upaya yang dilakukan belum dapat menenangkan pihak keluarga, sehingga mereka tetap memaksa untuk membawa pulang jenazah PDP tersebut," jelasnya.

Dandel mengatakan, terkait adanya isu pihak rumah sakit yang akan membayar keluarga, akan diselesaikan secara hukum, untuk mengkonfrontasi dua pernyataan berbeda. (fis/drp)

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved