Update Virus Corona Sulut

Ini Penjelasan Gugus Tugas Covid-19 Sulut dan Dirut RS Pancaran Kasih Terkait PDP Yang Meninggal

"Untuk memandikan dan mensholatkan jenazah bukan kepada keluarga," kata Dandel dalam pesan tertulis.

Istimewa
Suasana di Rs Pancaran Kasih terkait Pasien Dalam Pengawasan yang meninggal dunia, Senin (1/6). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Juru bicara Satgas Covid-19 Sulut dr Steven Dandel menyatakan tidak ada kebijakan pemberian uang kepada pihak keluarga seperti yang diisukan via media sosial.

Sesuai SOP (Standard Operating Procedure), kata dr Steven Dandel, Senin (1/6/2020), tidak ada suap uang Rp 50 ribu sebagaimana disebutkan dalam media sosial.

Namun, menurut Dandel, lewat statusnya dokter Suyanto menyebutkan bahwa uang diserahkan kepada imam (masjid) yang dipanggil oleh pihak Rumah Sakit.

"Untuk memandikan dan mensholatkan jenazah, bukan kepada keluarga," kata Dandel dalam pesan tertulis.

Suasana mencekam sempat terjadi Senin (1/5/2020) di RS Pancaran Kasih Manado.
Suasana mencekam sempat terjadi Senin (1/6/2020) di RS Pancaran Kasih Manado. (Istimewa)

Dandel menegaskan, nanti pihaknya akan meminta kepada Direktur Rumah Sakit Pancaran Kasih (RSPK) untuk memberikan keterangan resmi kepada masyarakat dan media massa supaya tidak ada informasi yang simpang siur seperti sekarang ini.

Tribun Manado langsung menghubungi Direktur Utama RSPK, dr Edwin Kambey, terkait berita yang tidak jelas sumbernya.

Ada isu lain yang menyatakan bahwa pihak RS memberikan uang Rp 50 juta kepada pihak keluarga korban agar korban mau dimakamkan sebagai pasien corona.

Isu bahwa pihak RS memberikan uang Rp 50 juta itu dapat dilihat di akun Facebook bernama Ni'matul Husna Pakaya.

Dokter Edwin Kambey ketika dihubungi Tribun Manado melalui handphone membantah tudingan bahwa pihak RS menyuap atau menyogok keluarga korban.

"Untuk penyakit yang diderita korban, nanti pihak gugus tugas yang akan menyampaikan penjelasan," kata Dirut RSPK. 

 Masih Ingat Awan? Petugas PPSU yang Nikah dengan Bule Cantik Asal Turki, Kini dapat Tawaran Syuting

 127 Anak di Surabaya Positif Covid-19 Terpapar dari Orangtua

 TNI AD Gunakan Helmet Canggih Antisipasi Covid-19, Bisa Deteksi Suhu Tubuh Dari Jarak 10 Meter

Tak Terima Dikuburkan Sesuai Protap, Massa Mengamuk dan Jemput Paksa Jenazah PDP di Rumah Sakit

Suasana mencekam sempat terjadi Senin (1/6/2020) di RS Pancaran Kasih Manado.

Pasalnya, pihak keluarga pasien dalam pengawasan (PDP) menolak jenazah pasien itu dimakamkan sesuai prosedur Covid-19.

Pengambilan paksa jenazah PDP dari kamar jenazah RS itu berlangsung dalam suasana yang kacau.

Berdasarkan video yang beredar, nampak ratusan warga mengamuk dan menjebol paksa pintu kamar jenazah.

Mereka kemudian membawa jenazah PDP ke rumah duka di Kelurahan Ternate Baru, Lingkungan I, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Halaman
12
Penulis: Fistel Mukuan
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved