Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

AS MENCEKAM Demo Rusuh di Tengah Pandemi, Trump Disembunyikan Dibawah Tanah

Donald Trump dikabarkan bersembunyi di bunker bawah tanah karena situasi Amerika yang sedang memanas di tengah pandemi virus corona.

Editor: Glendi Manengal
Foto: AP Photo/Ringo H.W. Chi
Suasana demo di Minneapolis setelah kematian George Floyd yang diduga dilakukan oleh polisi yang berakhir ricuh. (AP/CNN) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Demo Rusuh Donald Trump dikabarkan bersembunyi di bunker bawah tanah karena situasi Amerika yang sedang memanas di tengah pandemi virus corona.

Dari laporan dari Mirror.co.uk (1/6/2020), banyak massa melakukan protes atas kematian George Floyd.

Diketahui Ratusan demonstran berkumpul di luar gerbang Gedung Putih pada Jumat malam.

Benarkah Donald Trump Mengundang Beberapa Negara untuk Melawan dan Mengisolasi China?

5.000 Tentara Dikerahkan untuk Atasi Demo Disejumlah Kota di AS, Gedung Putih Rusuh

Ganjar Pranowo Tegaskan Jika Jajarannya Kedapatan Korupsi: Langsung Saya Pecat dan Antar ke KPK

Pengunjukrasa berkumpul di sekitar toko minuman keras yang terbakar di dekat Kantor Polisi di Minneapolis, Minnesota, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan.
Pengunjukrasa berkumpul di sekitar toko minuman keras yang terbakar di dekat Kantor Polisi di Minneapolis, Minnesota, Kamis (28/5/2020). Amerika Serikat dilanda kerusuhan hebat, pasca meninggalnya George Floyd akibat kehabisan nafas, setelah lehernya ditindih seorang petugas Polisi Minneapolis dalam sebuah penangkapan. ((AFP/KEREM YUCEL))

Agen dinas rahasia akhirnya membawa presiden dan keluarganya ke bunker keselamatan.

Trump kemudian memberikan cuitan di akun Twitternya, mengklaim laporan itu "Hoaks" dan para pejabat sejak itu mengakui bahwa presiden dan keluarganya tidak pernah dalam bahaya nyata, meskipun tiga malam berturut-turut ada protes keras di dekat Executive Mansion.

Menurut Fox News, Trump dikirim ke bunker bawah tanah Gedung Putih yang pernah digunakan di masa lalu selama ancaman teroris, meskipun dilaporkan itu terjadi hanya dalam "waktu singkat".

Trump masih tidak terlihat pada hari Minggu, di mana pengunjuk rasa kembali pada malam hari dan bertemu dengan dinas rahasia, Garda Nasional dan polisi Washington.

Walikota Muriel Bowser memberlakukan jam malam hingga pukul 11.00 dalam upaya untuk mengekang bentrokan.

Presiden Donald Trump bahkan memberikan cuitannya di akun Twitter dengan kata "HUKUM & PESAN", menyalahkan kerusuhan pada kaum kiri radikal.

Itu terjadi ketika penasihat keamanan nasional Trump mengumumkan bahwa presiden tidak akan mencari kendali atas Pengawal Nasional dalam menanggapi demonstrasi kekerasan.

Mirror
Protes dilakukan di luar gedung putih.

Protes telah berkobar di beberapa kota AS setelah kematian Floyd, 46 tahun, seorang pria kulit hitam tak bersenjata, di Minneapolis, yang tahanan polisi pekan lalu.

Ia tewas usai lehernya ditekan oleh lutut Derek Chauvin, salah satu dari empat polisi Minneapolis yang menahannya.

Sebagaimana dilansir AFP, George ditangkap karena diduga melakukan transaksi memakai uang palsu senilai 20 dolar (Rp 289 ribu) pada Senin (25/5/2020) lalu.

Penangkapan George yang terekam dalam sebuah video yang menjadi viral tersebut memperlihatkan Chauvin menekan leher George.
Padahal ia dalam keadaan sedang diborgol dan menelungkup di pinggir jalan, selama kurang lebih tujuh menit.

Dalam video itu terlihat George berkali-kali merintih kesakitan dan mengaku sulit bernapas.

Unjuk rasa protes kematian George Floyd di depan gerbang Gedung Putih, Washington, AS.
Unjuk rasa protes kematian George Floyd di depan gerbang Gedung Putih, Washington, AS. (Capture Video Washington Post)

Mirror
Protes besar-besaran di Amerika terjadi setelah kematian George Floyd.

Saat George tidak lagi bergerak dan merintih, ia langsung dibawa ke rumah sakit dengan mobil ambulan.

Sesampainya di rumah sakit Hennepin County Medical Center, George dinyatakan meninggal dunia.

Hal ini memicu kemarahan publik, khususnya warga kulit hitam.

Mereka meminta pertanggungjawaban atas kasus pembunuhan.

2.000 tentara tambahan kini siap untuk diaktifkan jika diperlukan untuk meredam bentrokan.

Petugas Derek Chauvin saat ini dilaporkan telah dipecat.

Kasus ini akhirnya menjalar ke luar Amerika dan memicu kemarahan di seluruh dunia.

Bahkan muncul petisi yang ditandatangani sebagai protes untuk melawan kebrutalan dan rasisme polisi. (Suar.ID)

Ganjar Pranowo Tegaskan Jika Jajarannya Kedapatan Korupsi: Langsung Saya Pecat dan Antar ke KPK

5.000 Tentara Dikerahkan untuk Atasi Demo Disejumlah Kota di AS, Gedung Putih Rusuh

Sebut Covid-19 Telah Melemah, Dokter Top Italia: Virus Corona Sudah Berbeda

Benarkah Foto Danau Ini Jika Dipasang Bisa Bikin Ponsel Android Jadi Eror? Simak Penjelasannya

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul " DONALD TRUMP Disembunyikan Dibawah Tanah, Kini Kondisi Amerika Serikat Tak Seperti Biasanya "

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved