Traveling

Pasir Timbul Tabilaa Jadi Destinasi Tepat Hilangkan Kebosanan di Akhir Pekan

Pandemi Covid-19 menyebabkan hampir seluruh warga di dunia membatasi aktivitas di luar rumah

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Pasir Timbul Tabilaa 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Pandemi Covid-19 menyebabkan hampir seluruh warga di dunia membatasi aktivitas di luar rumah.

Sekolah, kantor, bahkan tempat wisata pun ditutup.

Namun rupanya keinginan berwisata untuk menghilangkan kejenuhan beraktivitas di rumah tidak bisa di bendung lagi.

Salah satu tempat wisata yang menjadi pilihan warga untuk menyalurkan dahaga berwisatanya adalah Pasir Timbul Desa Tabilaa, Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel).

Bangga Boltim Masuk Zona Hijau Penyebaran Covid-19, Bupati Sehan: Masyarakat Punya Kesadaran Tinggi

Arif hakim salah satu masyarakat desa Tabilaa mengatakan, wisata Pasir Timbul membutuhkan kendaraan transportasi laut karena berada agak jauh dari bibir pantai.

"Tempat wisata ini belum diresmikan sehinga tidak memerlukan biaya masuk ataupun membayar fasilitas lain," kata Arif ketika dihubungi Tribun Manado, Minggu (31/5/2020).

Lanjutnya tempat wisata ini cukup populer, pengunjung bukan hanya masyarakat setempat.

Tapi dari desa tetangga bahkan sudah ada yang melakukan foto prewed di Pasir Timbul Desa Tabilaa.

Debbie Kalalo Ajak Masyarakat yang Berpotensi Tertular Untuk Mengikuti Rapid Test Massal Gratis

"Tak heran jika banyak pengunjung, karena selain tempatnya yang indah, menikmati tempat wisata tidak perlu biaya karcis masuk," ungkapnya.

Di tempat berbeda Ripai Amiri salah satu Tokoh Masyarakat Desa Tabilaa mengungkapkan, Pasir Timbul sebenarnya sebuah gundukan pasir yang muncul di tengah laut saat air surut.

Pasir ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin foto-foto atau ekedar menikmati suasana alam sambil bermain air.

Untuk dapat menuju lokasi Pantai Pasir Timbul, bisa menggunakan jasa Nelayan atau menyewa perahu nelayan.

"Di sini sudah banyak nelayan yang beralih berprofesi menjadi pengantar warga yang berkunjung kesana. Biayanya sekitar Rp 30 ribuan sekali kesana," tandasnya. (Nie)

Camat Helumo Pantau Langsung Penyaluran BLT Dandes di Desa Pangia

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved