Trump Ancam Perusahaan Sosmed: Tuding Membungkam Kelompok Konservatif

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka kepada perusahaan teknologi yang mengelola sosial media (sosmed).

Internet: carapandang.com
Donald Trump Konsumsi Obat Hidroksiklorokuin yang Dikaji Menambah Risiko Kematian Pasien Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump murka kepada perusahaan teknologi yang mengelola sosial media (sosmed). Ia mengancam akan menandatangani perintah eksekutif untuk perusahaan media sosial, setelah mengancam akan menutup situs yang menurutnya membungkam suara-suara konservatif.

Penggunaan Sabun Batangan Selama Pandemi Corona, Bisakah Bakteri Hidup di Batang Sabun?

Para pejabat Gedung Putih, Rabu (28/5) waktu setempat atau Kamis WIB, tidak memberikan rincian lebih lanjut. Tidak jelas bagaimana Trump dapat menindaklanjuti ancaman penutupan perusahaan swasta termasuk Twitter Inc.

Perselisihan itu meletus setelah Twitter pada Selasa lalu untuk pertama kalinya melabeli cuitan Trump tentang klaim kecurangan yang tidak berdasar mengenai pemungutan suara melalui surat,  dengan peringatan yang mendorong para pembaca untuk memeriksa  unggahan-unggahan itu.

Secara terpisah, panel tiga hakim Pengadilan Banding AS di Washington pada Rabu menguatkan penghentian gugatan oleh kelompok konservatif dan pesohor YouTube sayap kanan terhadap Google, Facebook, Twitter, dan Apple yang menuduh mereka berkonspirasi untuk menekan pandangan politik konservatif .

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News Channel pada Rabu, Kepala Eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg, mengatakan menyensor sebuah platform tidak akan menjadi keputusan tepat bagi pemerintah yang khawatir tentang sensor. Fox menayangkan potongan wawancara dan mengatakan itu akan ditayangkan secara penuh pada Kamis.

Facebook tidak mengambil tindakan apapun pada unggahan Trump tentang surat suara pada Selasa. American Civil Liberties Union mengatakan Amandemen Pertama Konstitusi AS membatasi tindakan yang dapat dilakukan Trump.

"Partai Republik merasa platform media sosial benar-benar membungkam suara-suara konservatif. Kami akan sangat mengatur, atau menutupnya, sebelum kita bisa membiarkan ini terjadi," kata Trump dalam sepasang unggahan tambahan di Twitter pada Rabu.

Presiden, pengguna berat Twitter yang mempunyai  80 juta pengikut, menambahkan,"Perbaiki perilakumu, SEKARANG !!!!"  Trump, perwakilan dari Partai Republik, maju dalam pemilihan presiden, November mendatang, untuk  periode kedua.

KPU Siapkan Alat Mirip Tusuk Gigi untuk Coblos Surat Suara

"Perusahaan Besar Teknologi melakukan segala upaya mereka yang sangat besar untuk MENYENSOR sebelum Pemilu 2020," tulis Trump pada Rabu. "Jika itu terjadi, kita tidak lagi memiliki kebebasan."

Ancaman Trump kali ini adalah ancaman terkuat dari kelompok konservatif kepada perusahaan besar teknologi. Saham Twitter dan Facebook jatuh pada Rabu.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved