Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kisah Hidup

Kisah Pemimpin Geng Pembunuh Bayaran Paling Brutal, Pamer Kemewahan di Instagram, Tewas Maret Silam

kisah Jose Rodrigo Arechiga Gamboa terungkap ke publik setelah dia ditemukan tewas di negara bagian Sinaloa.

Editor: Aldi Ponge
Daily Star
Pembunuh bayaran El Chino. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kisah Jose Rodrigo Arechiga Gamboa,  pemimpin geng pembunuh bayaran Los Antrax untuk kartel narkoba Meksiko El Chapo terungkap.

Kehidupan pembunuh bayarn biasanya misteri karena mereka bekerja tersembunyi.

Namun, kisah Jose Rodrigo Arechiga Gamboa terungkap ke publik setelah dia ditemukan tewas di negara bagian Sinaloa.

 Menurut Daily Star pada Sabtu (23/5/2020), Jose Rordigo dikenal sebagai seorang pembunuh bayaran dengan nama panggung El Chino, dia melarikan diri dari masa percobaan tahanan di AS.

El Chino dikenal sebagai pembunuh paling brutal di Meksiko, dia bekerja untuk kertel narkoba El Chapo, ketika perang obat bius.

Jose dilahirkan tahun 1980, di ibu kota negara bagian Culiacan, dia menjadi gangster di usia remaja dan mendapatkan reputasi kekejamannya dari pertarungan jalanan.

Dia kemudian direkrut sebagai pembunuh bayaran dengan pasukan bernama Los Antrax dan bekerja untuk kartel narkoba Meksiko.

Secara teratur dia sering pamerkan kehidupan mewahnya di Instagram dan juga tunjukkan koleksi senjata api miliknya.

El Chino ditangkap tahun 2013, dia ditangkap setelah melakukan aksi brutal dan pembantaian.

Tahun 2010, mereka bentrok dengan kartel Leyva Beltran di Kota Tubutama, Sonora dalam baku tembak yang menewaskan 30 orang.

Tahun berikutnya, anggotanya bentrok dengan tentara Meksiko di Culiacan Selatan.

Pasukan militer menemukan tiga korban penculikan di rumah persembunyian, salah satunya dimutilasi.

Tahun 2011, dia melakukan pembunuhan di seluruh negara bagian Sinaloa masing-masing terkait dengan kelompoknya.

 Saat itulah kejahatan besarnya terungkap, dia menggantung tiga mayat di jembatan kota Guamuchil.

Salah satu korbannya disiksa dan dilubangi perutnya, kemudian dua korban lainnya ditemukan disimpan di freezer lemari es nya.

Tahun 2013, dia juga membunuh pemimpin kartel narkoba Tijuana, Francisco Rafael Arellano Felix.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved