Donald Trump Disebut 'Bodoh' Oleh Joe Biden Karena Tak Pakai Masker di Tempat Umum
Joe Biden menyebut pesaingnya dari Partai Republik Donald Trump "amat bodoh" karena tidak mengenakan masker dalam serangkaian acara publik.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya dari kandidat Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Joe Biden menyebut pesaingnya dari Partai Republik Donald Trump "amat bodoh" karena tidak mengenakan masker dalam serangkaian acara publiknya baru-baru ini.
Bahkan Menurut dia, kepemimpinan Trump itu sangat membahayakan kehidupan banyak orang.
Diketahui keputusan apakah akan memakai masker di depan umum telah menjadi isu politik nasional di antara dua kandidat calon presiden AS tersebut.
• Update Napi Asimilasi yang Kembali Ditangkap, Polri: Bertambah Menjadi 140
• Gara-gara Australia Setuju Penyelidikan Awal Kasus Covid-19, China Murka dan Memboikot Produknya
• Menhan China Mengaku Konflik Antara AS dan China Sudah Berisiko Tinggi

Trump dan Biden mengadopsi pendekatan yang sangat berbeda.
Biden memutuskan selalu memakai masker di luar ruangan, termasuk pada saat menghadiri acara Memorial Day beberapa waktu lalu.
Namn, hal itu mendapat ejekan atau sindiran dari Trump dengan me-retweet postingan Biden yang memakai masker saat menghadiri acara Memorial Day dan disertai komentar:
"ini mungkin membantu menjelaskan mengapa Trump tidak suka memakai masker di depan umum."
Presiden Trump menolak mengenakan masker dalam serangkaian acara publik, termasuk pada acara Memorial Day.
"Dia (Trump-red) bodoh, amat bodoh untuk berbicara seperti itu".
"Setiap dokter terkemuka di dunia mengatakan Anda harus mengenakan masker di kerumunan orang, " kata Biden dalam sebuah wawancara dengan CNN.
Biden menyebut perilaku Trump itu sebagai tindakan maskulin palsu yang mengorbankan banyak nyawa orang.
Menanggapi Biden, Juru bicara Gedung Putih Kayleigh McEnany mengatakan sikap Trump itu tidak merugikan siapa pun. (Reuters/The Star/AFP)
Trump Kesal Cuitannya Dilabeli Cek Fakta
Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah atas langkah Twitter memberikan label cek fakta pada dua kicauannya.
Pada Selasa (26/5/2020), Twitter menilai kicauan Trump tidak berdasar, bahkan sesat.