Update Virus Corona Bolsel
Terkait PDP Asal Bolsel yang Meninggal, Begini Penjelasan Dinkes Bolsel
Dinkes Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), belum bisa memastikan penyebab meninggalnya pasien berstatus PDP dari Desa Ilomata
Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLAANG UKI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), belum bisa memastikan penyebab meninggalnya pasien berstatus PDP dari Desa Ilomata, yang meninggal di Rumah Sakit (RS) Aloei Saboe Gorontalo belum lama ini.
Hal itu dikatakan oleh Kadis Kesehatan Bolsel dr. Sadly Mokodongan saat dihubungi Tribun Manado, Senin (25/5/2020).
“Kami masih menunggu hasil swab test dari Rumah Sakit Aloei Saboe Gorontalo” ujar Sadly.
Kata Sadly, pasien tersebut ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pangawasan (PDP) karena keadaan umum dia memburuk ditambah lagi dengan hasil pemeriksaan rapid test serum reaktif dua kali.
• Belum Ada Ketambahan Kasus Covid-19, Bupati Minsel: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan
Makanya pasien tersebut ditetapkan sebagai PDP oleh pihak Rumah Sakit Aloei Saboe Gorontalo.
“Saat dirawat di RSUD Bolsel pasien tersebut belum berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebab yang bersangkutan tidak ada riwayat perjalanan, tidak ada juga gejala-gejala yang mengarah ke Covid -19” tambah Sadly.
Alumnus Pasca Sarjana Bina Taruna Gorontalo ini, mengatakan saat dirujuk pasien tersebut masih sebagai pasien umum belum ada diagnosa dari RSUD Bolsel yang mengarah ke Covid -19.
Saat ditanya terkait proses pemakaman pasien yang meninggal dengan menggunakan protokol Covid -19, Ketua PBSI Bolsel ini menyebutkan bahwa langkah itu harus dilakukan kepada setiap pasien dengan status PDP.
• Tetap Beribadah Minggu di Rumah, ROR-RD Juga Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri
“Iya, semua pasien yang meninggal dalam keadaan PDP itu harus dimakamkan secara Covid-19 ” tegas Mokodongan.
Lanjut Sadly, sebelumnya pasien yang berinisial NH tersebut dirawat di RSUD Bolsel karena masalah penyakit infeksi di perut dalam istilah diagnosa kedokteran disebut Peritonitis.
“Jadi Peritonitis itu suatu infeksi di perut yang biasanya pasien keadaanya cukup kritis,” terangnya
Untuk memutus penyebaran Covid-19, Sadly menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat.
"Selain itu, masyarakat diminta selalu menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas seperti menggunakan masker, menerapkan phisycal distancing maupun social distancing," tandasnya. (Nie)