Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Akibat Pandemi Virus Corona, 80 Juta Anak di Dunia Terancam Tak Bisa Dapatkan Program Imunisasi

PBB bersama Aliansi Vaksin Dunia, GAVI, telah memperingatkan bahwa pandemi sangat menganggu program vaksinisasi di puluhan negara.

Tayang:
Freepik.com
Ilustrasi imunisasi anak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Akibat pandemi Virus Corona atau covid-19, program imunisasi rutin terancam.

PBB bersama Aliansi Vaksin Dunia, GAVI, telah memperingatkan bahwa pandemi sangat menganggu program vaksinisasi di puluhan negara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan PBB untuk masalah anak-anak (UNICEF) menyebut, kebijakan pembatasan wilayah (lockdown) akibat pandemi Covid-19 membuat nyawa 80 juta anak di dunia terancam karena program imunisasi rutin tak lagi berjalan.

Jubir Covid-19 Jelaskan Proses Virus Corona Menular Lalu Berkembang Makin Banyak dalam Tubuh Manusia

Ini membuka jalan timbulnya penyakit-penyakit mematikan yang sebenarnya dapat dicegah dengan imunisasi rutin.

"Covid-19 melemahkan layanan imunisasi, yang sebenarnya berpotensi menyelamatkan jiwa di seluruh dunia. Puluhan juta anak, baik di negara maju dan miskin, berisiko terkena penyakit mematikan seperti difteri, campak, dan pneumonia," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dilansir dari Science Alert, Senin (25/5/2020).

Menurutnya, meskipun dunia saat ini tengah sibuk mencari vaksin yang aman dan efektif untuk SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19, tapi vaksin untuk beragam virus yang telah lebih dulu ditemukan tetap perlu diberikan pada anak-anak.

Analisis awal menunjukkan bahwa penyediaan layanan imunisasi rutin secara substansial terhambat setidaknya di 68 negara.

"Ini kemungkinan akan mempengaruhi sekitar 80 juta anak di bawah usia satu tahun yang tinggal di negara-negara tersebut," kata Tedros.

Sementara itu, para ahli mengatakan sangat penting untuk mempertahankan program vaksinasi rutin di negara-negara miskin, karena jaringan itu pula yang nantinya digunakan untuk mendistribusikan vaksin Covid-19, jika sudah ditemukan.

Pengamat Kesehatan: Tenaga Medis Harus Waspada Penularan Virus di Dalam Fasilitas Kesehatan

Perlu Solusi Inovatif

UNICEF mencatat kampanye vaksinisasi campak telah ditunda sementara di 27 negara, begitupula dengan kampanye vaksinisasi polio di 38 negara.

Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan, banyak negara harus menangguhkan kampanye vaksinasi karena aturan menjaga jarak secara fisik.

Orangtua juga tak bisa membawa anaknya melakukan imunisasi karena adanya pembatasan wilayah.

Sementara beberapa pusat kesehatan tengah kewalahan karena menangani persoalan yang disebabkan virus corona baru. Petugas kesehatan pun banyak yang dikerahkan untuk merawat pasien Covid-19.

Oleh sebab itu, setiap negara perlu meningkatkan upaya untuk bisa melacak anak-anak yang belum divaksinasi. Juga menemukan solusi inovatif, seperti yang dilakukan Laos dengan melakukan imunisasi pada anak-anak di supermarket.

Kepala GAVI Seth Berkley mengatakan, setiap negara harus melakukan segala hal yang bisa dilakukan untuk memastikan program imunisasi bisa terus berjalan.

Tante Ernie Terang-terangan Lebih Pilih Hotman Paris Ketimbang Ariel Noah, Ini Alasannya

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved