Kesehatan

Pusing Ternyata Bisa Jadi Gejala Stroke, Jangan Abaikan!

Otak manusia ini secara umum terbagi menjadi tiga bagian, yakni otak besar (cerebrum) otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem)

THINKSTOCK.COM
Ilustrasi pusing 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gejala stroke pada seseorang bisa berbeda-beda.

Gejala yang muncul tersebut sangat bergantung pada bagian otak yang terganggu.

Stroke adalah sindrom yang terdiri dari tanda atau gejala hilangnya fungsi sistem saraf pusat yang bisa berkembang cepat, yakni dalam hitungan detik atau menit.

Otak manusia ini secara umum terbagi menjadi tiga bagian, yakni otak besar (cerebrum) otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem).

Otak besar sendiri terdiri dari atas bagian besar yang disebut hemisfer, yaitu hemisfer kanan dan kiri.

Hemisfer kiri bertugas mengendalikan fungsi bagian tubuh sebelah kanan. Sementara, hemisfer kanan mengendalikan fungsi bagian tubuh sebelah kiri.

Otak juga bisa dibagi menjadi beberapa lobus yang memiliki fungsi masing-masing.

Berikut pembagiannya:

  • Lobus frontal dengan fungsi gerakan, pengambilan keputusan, dan pembauan
  • Lobus temporal dengan fungsi pendengaran, memori, dan emosi
  • Lobus parietal dengan fungsi rasa kulit, pemahaman bahasa
  • Lobus occipital dengan fungsi penghilahan
  • Lobus cerebellum dengan fungsi keseimbangan dan koordinasi
  • Batang otak dengan fungsi menelan, pernapasan, dan fungsi vital

Gangguan pembuluh darah otak yang memberikan pasokan darah ke lobus frontal dan parietal akan menimbulkan gejala kelemahan anggota gerak dan gangguan rasa, misalnya kebas di separuh anggota gerak.

Sementara stroke yang menyerang cerebellum dapat memberikan gejala pusing.

Halaman
123
Editor: Finneke Wolajan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved