Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Pakar Epidemiologi Jelaskan Tatanan Baru Kehidupan Saat Ini, Siapkah Indonesia dengan 'New Normal'?

Kasus pandemi corona diyakini para ahli masih membutuhkan waktu lama untuk merebak di dunia, sehingga tatanan kehidupan baru harus dilakukan.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
(Shutterstock)
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus pandemi corona diyakini para ahli masih membutuhkan waktu lama untuk merebak di dunia, sehingga tatanan kehidupan baru harus dilakukan.

Sebelumnya pemerintah sudah mewacanakan 'new normal' agar masyarakat bisa kembali beraktifitas di tengah wabah corona.

Terkait hal tersebut dikabarkan kini pemerintah sedang menyiapkan protokol kesehatan untuk tatanan hidup baru ini.

China Marah Amerika Serikat Karena Menjual Senjata Torpedo ke Taiwan

Achmad Yurianto: Ikut Protokol Kesehatan Physical Distancing, Warga Secara Bergantian ke Pasar

Respons Pemerintah Terkait Pasar yang Dipadati Masyarakat Menjelang Lebaran

Menurut Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono 'new normal' diperlukan karena pandemi tidak akan selesai.

"Ya karena kita akan memasuki era dimana kita tidak bisa mengatasi pandemi secara tuntas, jadi pandemi ini tidak selesai tetapi kita bisa meredakan pandemi dan kita akan secara bertahap bisa kembali bekerja dan memasuki kehidupan normal yang baru," kata Pandu dikutip dari YouTube Berita Satu pada Kamis (21/5/2020). 

Sehingga segala pembatasan sosial yang dilakukan saat ini, harus dijadikan rutinitas dalam menjalani hari-hari secara normal.

Seperti halnya menggunakan masker, menjaga jarak, menjaga kebersihan dan lainnya.

Lebih lanjut, Pandu menilai 'new normal' bukan berarti hidup berdampingan dengan virus corona.

"Sebenarnya bukan hidup berdampingan, kita tidak berdamai dengan virus karena virus itu kalau berdamaikan berarti tidak menginfeksi orang," jelas Pandu.

"Tapi virus akan terus menyerang kita, jadi kita harus meningkatkan kewaspadaan yang lebih ketat lagi karena kita akan kembali dalam kehidupan bekerja, berinteraksi dengan banyak orang dan ini yang membuat kita harus lebih waspada," tambahnya.

Siapkah Indonesia Hadapi 'New Normal'?

Menurut Pandu baik pemerintah maupun masyarakat belum begitu siap dengan kondisi hidup yang baru.

"Memang pemerintah dan pemerintah daerah belum siap apalagi masyarakat," ujarnya.

Pandu mengambil contoh masih banyak pasar yang belum dikondisikan untuk 'new normal'.

Bahkan pasar-pasar ini masih terlihat padat dan ramai kerumunan sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa hal itu berisiko terinfeksi Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved