Mutiara Ramadan
Jinakkan Covid-19 Melalui Pendidikan Spiritual
Sebut saja, negara Amerika Serikat, dengan kekuatan sumber daya yang berlimpah dan mumpuni tetap saja keok dihantam pandemi covid-19.
Mengapa? Jawabnya karena hashtag tersebut menyiratkan kesombongan manusia dan seolah-olah mendeklarasikan bahwa manusia memiliki kekuatan tidak terbatas melawan apa pun, termasuk melawan covid-19. Padahal sebagai negara agamis, Tuhan tidak boleh dinegasikan dalam setiap tidakkan manusia, apalagi berhadapan dengan covid-19.
Secara empirik, apalagi filosofis, makhluk manusia sehebat dan sedigdaya apa pun tidak akan pernah mampu memenangkan perang melawan tentara Tuhan.
Pertanyaan analitisnya adalah apakah covid-19 ini termasuk tentara Tuhan? Sebelum menjawab pertanyaan ini, terlebih dahulu perlu dipetakan ragam tentara Tuhan yang secara empirik tidak pernah mampu dilawan apalagi diperangi oleh manusia.
Tentara Tuhan itu dapat dibagi menjadi dua, tentara Tuhan berbasis alam dan tentara Tuhan berbasis non-alam.
Tentara Tuhan berbasis alam misalnya api. Manusia hidup bersahabat dengan api dalam kesehariannya, bahkan jika tidak ada api, maka kehidupan manusia akan nestapa.
Namun, ketika api berubah menjadi tentara Tuhan, maka manusia kesulitan mengalahkannya. Biasanya api berhasil dipadamkan setelah membakar habis suatu objek.
Lalu, bagaimana manusia dapat mengklaim bahwa mereka sudah berhasil mengalahkan api? Bukankah kerusakan yang ditimbulkan oleh tentara Tuhan berupa api itu sudah mengubah wujud yang sebelumnya ada menjadi tiada?
Adapun tentara Tuhan berbasis non-alam adalah burung ababil yang dikirim Tuhan untuk melawan tentara gajah pimpinan Abrahah yang hendak menyerang kota Mekkah, tempat Kakbah berada. Kesombongan Abrahah yang ingin menyerang rumah Tuhan ini harus dibayar mahal dengan melawan tentara Tuhan berupa burung ababil yang memiliki alutsista super canggih berupa bebatuan panas.
Dikatakan super canggih karena tidak ada satu pun tentara gajah Abrahah yang tersisa, semuanya tewas, termasuk Abrahah.
Lalu, bagaimana dengan covid-19, dapatkah dipetakan sebagai tentara Tuhan? Walaupun tidak sama persis, tetapi ia memiliki kemiripan dengan tentara Tuhan berbasis non-alam.
Oleh karena itu, penanganan covid-19 ini haruslah berbasis pendekatan pendidikan spiritual, yaitu manusia menanggulangi covid-19 ini dengan mengerahkan seluruh sumber dayanya, terutama bertumpu pada penelitian ilmiah medis, tetapi tetap menghadirkan Tuhan untuk menyempurnakan usaha maksimal manusia.
Itulah sebabnya menurut hemat saya, #perangmelawancorona sejatinya diganti menjadi #menanggulangicorona atau #menjinakkancorona atau #berdamaidengancorona. (*)
Oleh: Dr Muljono Damopolii MAg, Akademisi dan Alumnus Pondok Karya Pembangunan Manado
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/dr-muljono-damopolii-mag-234.jpg)