FKDM Kota Manado

Rapid Test 25 Relawan FKDM Negatif, James Karinda: Kita Lanjutkan Penyemprotan Disinfektan

Setelah sebulan melakukan penyemprotan Disinfektan relawan yang terdiri dari pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Aswin_Lumintang
istimewa
Ketua FKDM Kota Manado, James Karinda saat dilakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Setelah sebulan melakukan penyemprotan Disinfektan relawan yang terdiri dari pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Manado, Forum Kota Sehat Manado (FKSM), Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Manado dan relawan lainnya menjalani rapid tes yang diadakan di Rumah dinas (Rudis) Direktur Umum PT Air, James Karinda SH MH, Jumat (15/05/2020).

Ketua FKDM Kota Manado, James Karinda saat dilakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan Manado
Ketua FKDM Kota Manado, James Karinda saat dilakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan Manado (istimewa)

Ketua FKDM Kota Manado, James Karinda SH MH mengatakan, pihaknya melakukan rapid tes terhadap 25 orang relawan yang ikut dalam penyemprotan selama sebulan ini. ''Kami sudah melakukan penyemprotan Disinfektan sejak 14 April 2020 lalu hingga saat ini. Jadi setelah rapid tes kita akan lanjut melakukan penyemprotan lagi, '' ujar Karinda yang merupakan Direktur Umum PT Air Manado.

Beberapa nama yang ikut rapid test antara lain, James Karinda; Ketua FKDM Manado, Percy Lontoh; Sekretaris PMI Manado, Pnt Alfrets Lontoh; Kasad Panji Yosua, Pdt Nouvly Daniel Pua; Ketua BPMJ Sion Ranomuut, Robin Kaloh, Billy Karinda; Sekretaris GAMKI Manado, dr Neny Tubagus, Danny Kairupan, pengurus FKDM dan relawan yang terlibat aktif melakukan penyemprotan lainnya.

Tim dokter dari Dinas Kesehatan Kota Manado saat melakukan rapid test kepada pengurus FKDM Kota Manado, FKSM, PMI Cabang Manado dan relawan lainnya.
Tim dokter dari Dinas Kesehatan Kota Manado saat melakukan rapid test kepada pengurus FKDM Kota Manado, FKSM, PMI Cabang Manado dan relawan lainnya. (istimewa)

Ikut juga dalam rapid tes itu, Direktur PT Manado Media Grafika (Harian Tribun Manado), Risdianto Tunandi.

''Hasil rapid test tadi semua negatif. Kalau ada yang reaktif pasti tidak kami umumkan. Tapi, ini puji Tuhan semua yang ikut tes negatif, '' ujarnya.

Karinda mengatakan, rapid tes ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Manado, karena pengurus FKDM, FKSM dan PMI Manado selama sebulan melakukan penyemprotan.

Tim relawan 'garis depan' yang melakukan penyemprotan di rumah pasien Corona ataupun PDP antara lain, Igel, Dedy, Eko dengan komandan Fredy Munde.

Jangan Kucilkan

Ketua FKDM Kota Manado, James Karinda mengatakan, selama sebulan di dan rekan-rekan melakukan penyemprotan di daerah ''merah'' terutama di rumah pasien Covid-19 maupun warga berstatus PDP banyak pengalaman yang dialaminya.

Inilah hasil rapid test 25 relawan FKDM Kota Manado, FKSM, PMI Manado yang selama sebulan melakukan penyemprotan
Inilah hasil rapid test 25 relawan FKDM Kota Manado, FKSM, PMI Manado yang selama sebulan melakukan penyemprotan (istimewa)

''Fakta di lapangan pasien dan keluarga yang terpapar Covid-19 langsung dikucilkan oleh warga. Padahal mereka itu korban. Jadi kalau sudah jadi pasien positif sepertinya mereka sudah ditimpa penyakit kutukan yang harus dikucilkan. Ini stigma negatif yang terbangun di masyarakat, '' ujar Karinda.

Panglima Panji Yosua Sinode GMIM ini menceritakan pengalamannya sewaktu melakukan penyemprotan di rumah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang kemudian meninggal. Awalnya keluarga tidak mau rumah mereka disemprot Disinfektan karena kesal mereka telah dikucilkan oleh warga sekitar.

Inilah hasil rapid test 25 relawan FKDM Kota Manado, FKSM, PMI Manado yang selama sebulan melakukan penyemprotan
Inilah hasil rapid test 25 relawan FKDM Kota Manado, FKSM, PMI Manado yang selama sebulan melakukan penyemprotan (istimewa)

''Jadi waktu saya dan Ketua FKSM, dr Ivone Bentelu melakukan komunikasi, ternyata keluarga merasa mereka dikucilkan oleh warga sekitar. Harusnya warga menguartkan dan membantu warga yang menjadi korban Covid-19, tentu tetap dengan protap kesehatan yang sudah ditentukan. Tapi, intinya jangan kita jauhi. Kita harus tolong supaya mereka sehat dan hidup normal kembali, '' ujar Karinda.

Ada juga seorang keluarga pasien Corona yang terisak menangis menceritakan penderitaan mereka. ''Kami tidak meminta supaya keluarga kami terpapar Corona, tetapi kenapa kami seolah-olah sudah kena penyakit kutukan. Mau cari makan saja kami sudah bingung, tidak tau mau bagaimana lagi, '' ujar Karinda mengutip keluh kesah seorang anggota keluarga pasien Corona.

dr Neny Tubagus ikut rapid test
dr Neny Tubagus ikut rapid test (istimewa)

'' Saya mau ingatkan bahwa musuh bersama kita virus Corona, bukan pasien Corona atau keluarganya. Agama mengajarkan kita untuk saling mengasihi terhadap sesama, bukan kita menjauhi sesama kita yang lagi menderita, '' ujarnya.

Direktur PT Manado Media Grafika Manado, Risdianto Tunandi ikut dalam pemeriksaan rapid test
Direktur PT Manado Media Grafika Manado, Risdianto Tunandi ikut dalam pemeriksaan rapid test (istimewa)
Ketua FKDM Kota Manado, James Karinda saat dilakukan rapid test
Ketua FKDM Kota Manado, James Karinda saat dilakukan rapid test (istimewa)
dr Neny Tubagus
dr Neny Tubagus (istimewa)
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved