Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Taliban Ledakan Truk Didekat Pengadilan Militer, Afganistan Kembali Panas

Kabarnya ada sebuah truk penuh dengan bahan peledak meledak di dekat pengadilan kota Gardez, Afghanistan timur, pada Kamis (14/5).

Editor: Glendi Manengal
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya ada sebuah truk penuh dengan bahan peledak meledak di dekat pengadilan kota Gardez, Afghanistan timur, pada Kamis (14/5).

Diketahui Sedikitnya lima orang tewas dalam serangan yang diklaim oleh gerilyawan Taliban ini,

Dari keterangan yang disampaikan, ledakan itu terjadi dua hari setelah setidaknya 56 orang tewas dalam serangan di wilayah lain di Afghanistan, termasuk wanita dan bayi yang baru lahir.

WHO Sebut Kemungkinan Virus Corona Berpotensi Jadi Endemik Seperti HIV dan Tidak Akan Hilang

Bantu Novel Baswedan, Saksi Ini Mengaku Merasa Gatal-gatal Setelah Membersihkan Wajahnya

Rp 3,1 Triliun Disiapkan Pemerintah untuk Subsidi Iuran BPJS Kesehatan

Hal ini semakin menjauhkan rencana perdamaian di negara yang dilanda perang selama bertahun-tahun itu.

"Sebuah ledakan bom mobil terjadi di dekat pengadilan militer di kota Gardez, yang merupakan wilayah yang padat penduduk".

"Puluhan warga sipil dikhawatirkan tewas dan terluka," kata Tariq Arian, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid dalam sebuah pernyataan mengatakan kelompok pemberontak bertanggung jawab atas serangan itu.

Emal Khan Momand, juru bicara militer di provinsi Paktia, di mana Gardez berada, mengatakan, serangan itu dilakukan oleh sebuah truk yang penuh dengan bahan peledak.

Lima orang tewas dan 14 lainnya luka-luka.

Arian menyalahkan jaringan militan Haqqani, yang memiliki hubungan dengan pemberontak Taliban dan kelompok militan Lashkar-e-Taiba yang berbasis di Pakistan.

Kelompok-kelompok ini jarang secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas serangan.

Ledakan itu terjadi setelah beberapa orang bersenjata menyerang rumah sakit bersalin di Kabul, dan menewaskan 24 orang, termasuk ibu baru dan bayi yang baru lahir, pada hari Selasa (23/5).

Ledakan bunuh diri yang diklaim dilakukan oleh Islamic State di Nangahar timur pada hari yang sama telah menewaskan 32 orang.

Presiden Ashraf Ghani mengutuk serangan itu dan mengatakan dia telah memerintahkan militer untuk beralih ke mode ofensif daripada sikap defensif yang telah diadopsi ketika Amerika Serikat (AS) menarik pasukan dan mencoba untuk menengahi pembicaraan dengan Taliban.

Taliban membantah terlibat dalam serangan-serangan itu, tetapi pemerintah menuduh kelompok itu menumbuhkan lingkungan di mana terorisme tumbuh subur atau bekerja dengan kelompok-kelompok militan lain yang mungkin terlibat.

WHO Sebut Kemungkinan Virus Corona Berpotensi Jadi Endemik Seperti HIV dan Tidak Akan Hilang

Bantu Novel Baswedan, Saksi Ini Mengaku Merasa Gatal-gatal Setelah Membersihkan Wajahnya

Rp 3,1 Triliun Disiapkan Pemerintah untuk Subsidi Iuran BPJS Kesehatan

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul " Afghanistan kembali panas, Taliban ledakan truk di dekat pengadilan kota Gardez "

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved