Jumat, 24 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 1441 Hijriah

Ingin Ngemil Bijak Saat Ramadan di Rumah Aja, Begini Caranya

Selain itu, kita juga mengonsumsinya pada waktu yang tepat, serta menikmati camilan tersebut dengan cara yang tepat pula.

Editor: Isvara Savitri
(Shutterstock)
Ngemil di waktu yang tepat dengan menu sehat agar memberikan dampak baik ke tubuh. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Untuk memutus penularan virus corona (Covid-19) kita diwajibkan menerapkan physical distancing.

Maka, kini kita banyak melakukan kegiatan dari rumah. Perilaku ini pun ternyata membuat kita bisa ngemil secara berlebih.

Memahami pentingnya camilan seimbang bagi masyarakat, Mondelez Indonesia meluncurkan kampanye #NgemilBijak untuk mendorong kita lebih bijak mengonsumsi camilan.

Dengan begitu, kita bisa mendapatkan manfaat secara lebih seimbang, baik untuk tubuh maupun pikiran. 

Khrisma Fitriasari selaku Head of Corporate Communication Mondelez Indonesia menjelaskan, kampanye #NgemilBijak merupakan inspirasi agar masyarakat memilih camilan yang tepat.

Selain itu, kita juga mengonsumsinya pada waktu yang tepat, serta menikmati camilan tersebut dengan cara yang tepat pula.

“Kampanye ini sejalan dengan tujuan global dari Mondelez International, yakni Empower People to Snack Right, untuk terus menginspirasi masyarakat mengkonsumsi camilan secara lebih bijak melalui produk-produknya yang ikonik, seperti biskuit Oreo, cokelat Cadbury atau keju KRAFT,” jelas Khrisma.

Pada dasarnya orang Indonesia memang suka ngemil, bahkan 23 persen lebih banyak daripada rata-rata global, seperti diungkapkan melalui sebuah studi konsumen bertajuk The State of Snacking yang dilakukan di Indonesia dan 11 negara lainnya. 

Selain itu, hasil studi dari Mondelez Internasional tersebut juga menjelaskan bahwa rata-rata orang Indonesia bergantung pada camilan untuk memenuhi kebutuhan mental dan emosional.

Psikolog Klinis Tara De Thouars mengamini bahwa kebiasaan ngemil berlebih memang sangat rentan terjadi selama #dirumahaja di masa pandemi ini.

Hal tersebut dipicu oleh rasa bosan atau kondisi emosi tidak stabil dikarenakan perubahan kebiasaan yang mendadak, ataupun ketakutan akan pandemi itu sendiri.

Cara ngemil seperti ini lebih dikenal dengan sebutan emotional eater.

“Saat tekanan emosional hadir, tubuh  seolah memberikan sinyal yang mirip seperti rasa lapar,” ujar Tara.

Sebenarnya sinyal tersebut hanyalah respon terhadap perasaan yang menjadi pelarian dari emosi negatif.

“Jika dorongan tersebut terus diikuti, tentu tubuh akan kelebihan asupan dan tentunya akan semakin berisiko jika dilakukan secara berulang,” jelas Tara.

Sumber: Nova
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved