Selasa, 2 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Bitung

Nakhoda Kapal dari Malaysia Diduga Tak Taati Protokol Kesehatan

Petugas mendapati ada seorang Nahkoda kapal diduga tidak menaati penyampaian sebuah lembaga kesehatan

Tayang:
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Kolase/ Istimewa / Tribun manado / Christian Wayongkere
Nakhoda kaos itam strip merah, suasana pemeriksaan di KEK dan perusahan tempat kapal nahkoda bersandar diabadikan, Selasa (12/5/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Suasana lokasi pemeriksaan dengan standard protokol kesehatan Covid-19, di gerbang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mulai sepi diselimuti dinginnya angin malam.

Para petugas gabungan mulai terbawa rasa kantuk dan capek, seketika berubah, Selasa (12/5/2020) tengah malam.

Demikian keterangan Chrisma Setyawan seorang personel Dinas Perhubungan Kota Bitung, ketika diwawancara Tribunmanado.co.id, Selasa (12/5/2020).

Sekitar pukul 01.24 wita, petugas dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Puskesmas, Dinas kesehatan, relawan PMI dan kepolisian melakukan pemeriksaan terhadap sebuah mobil jenis avanza warna merah.

Petugas mendapati ada seorang Nahkoda kapal diduga tidak menaati penyampaian sebuah lembaga kesehatan.

"Jadi saat itu hanya ini mobil yang melintas masuk ke Bitung. Saat kami periksa ada dua orang dalam mobil 1 sopir ber KTP Bitung dan penumpang menunjukkan buku pelaut, paspor, surat tugas dari sebuah perusahan terminal BBM dan surat dari kementerian kesehatan," tutur Chrisma memberi keterangan, Selasa (12/5/2020).

Polres Kotamobagu Ciduk Dua Bos Pertambangan Emas Tanpa Izin

Petugas sempat menatap lama ketika melihat dan membaca keterangan yang tertuang dalam surat tersebut, disebutkan riwayat perjalanan sang nakhoda dari negeri jiran, Malaysia, tiba di Bitung Minggu (10/5/2020).

Selain itu dicantumkan kalau yang berangkutan harus isolasi selama 14 hari. Saat di tanya kenapa berada di luar, dia mengatakan, ada pergi belanja ke Manado dan hendak kembali ke kapal yang sandar di perusahan.

Nakhoda tersebut tidak bisa memperjelas kedatangannya dari Malaysia lewat jalur laut, darat atau udara.‎

Ironisnya, sang Nahkoda nampak tidak menaati pernyataan dalam surat itu.

BRI Kanwil Manado Donasikan APD Senilai Rp 75 Juta untuk Penanganan Covid-19 di Sulut

Pihak perusahan PT AKR Corporindo Tbk Tank Terminal Bitung, Wahyono kepala pelabuhan ‎dalam keterangannya mengaku bahwa ‎dia (nakhoda) melanggar komitmen perusahan.

Dia menceritakan, awalnya pihaknya mengizinkan koki kapal keluar untuk pergi belanja bahan-bahan di kapal.

Ternyata nakhoda pria GP alias Gatot ‎diduga menumpang keluar dengan si koki dari perusahaan.

"Benar kapal bernama MV Nautica Renggam dari Malaysia tiba tanggal 10 Mei 2020 malam," kata Wahyono kepada wartawan.

Oleh pihak perusahan menilai nakhoda itu tidak mematuhi dan tidak mengikuti protap kesehatan dan kedua melanggar komitmen.

Di Hari Perawat Internasional, 1 Perawat di Sulut Positif Covid-19, Total 5 Perawat Terjangkit

Kejadian ini membuat pihak perusahan merasa dihianati dan sempat marahi sang nakhoda.

Nakhoda dan koki merupakan kru kapal berkewarganegaraan Indonesia.

Nahkoda ikut nebeng dengan sang koki kapal keluar dari areal perusahaan di Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir sekitar pukul 22.00 wita, dengan alasan belanja.

Pihak perusahan bisa tuntut pidana karena berbohong, akan memberi tau kesalahan yang dilakukan kepada nahkoda dan agen kapan.

"Dengan kejadian ini tidak akan izinkan berlayar, karena kami kena juga dalam kasus ini. Kami juga hukum dia," tandasnya.

Pihaknya juga menyampaikan akan melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Bitung untuk melakukan rapid test (RT), sebelum clearens keluar dan sebagai syarat sebelum kapal mendapat izin keluar atau berangkat.(crz)

BREAKING NEWS: Sulut Ketambahan 3 Positif Covid-19, 2 di Fasilitas Kesehatan, 1 Orang Anak 11 Tahun

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved