Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Harga Minyak Mentah Dunia

Khawatir Gelombang Kedua Virus Corona, Harga Minyak Mentah Ditutup Melemah

Sepanjang tahun ini, harga minyak mendapat tekanan dari permintaan minyak global yang merosot hingga 30 persen karena pandemi virus corona.

Editor: Isvara Savitri
net
Ilustrasi 

Adanya tambahan pengurangan ini di atas pakta yang sudah disepakati Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, untuk memotong produksi sekitar 10 juta barel per hari mulai 1 Mei 2020 dalam upaya untuk mendukung harga.

"Ini adalah keseimbangan antara pengurangan produksi OPEC versus kekhawatiran tentang kemungkinan gelombang kedua coronavirus," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group.

Pemerintah Kazakhstan menandatangani sebuah dekrit untuk memangkas produksi minyak mulai Mei dan seterusnya sejalan dengan kesepakatan yang disepakati bulan lalu oleh kelompok produsen OPEC+, empat sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Reuters.

Di Amerika Serikat, kekhawatiran bahwa negara tersebut kehabisan ruang penyimpanan minyak mengirim harga WTI ke wilayah negatif bulan lalu, mendorong beberapa produsen AS untuk mengendalikan output.

Jumlah rig minyak dan gas yang beroperasi di produsen minyak terbesar di dunia turun menjadi 374 di pekan yang berakhir 8 Mei.

Berdasarkan data Baker Hughes Co, ini jadi rekor terendah sejak tahun 1940.(*)

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul Harga minyak ditutup melemah setelah kekhawatiran gelombang kedua corona merebak.

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved