Virus Corona
Mardani Ali Sera: Ide Relaksasi PSBB Sebagai Hal Konyol, Tidak Ada Alasan untuk Beri Kelonggaran
Anggota DPR fraksi PKS, Mardani Ali Sera menyoroti wacana pemerintah untuk memberikan relaksasi penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Dirinya mengungkit soal tindakan dari pemerintah pasca mengumumkan kasus positif Covid-19 pertama di Indonesia yaitu pada 2 Maret 2020.
Dikatakannya tidak ada kebijakan yang diambil dalam rentang kurang lebih 29 hari, terhitung sampai 31 Maret 2020 yang akhirnya keluar keputusan PSBB.
Meskipun begitu, untuk penerapannya baru diberlakukan pertama kali di DKI Jakarta pada 9 April 2020.
"Justru Bang Karni, nyuwun sewu (minta maaf, -red) sekali kepada Pak Jokowi, Pak Mahfud MD dan teman-temannya di kabinet, langkah-langkah pemerintah pusat selama ini merusak ekonomi," kata Mardani.
"Karena tidak segera melakukan langkah-langkah yang diperlukan," sambungnya.
"Bang Karni, kita itu tanggal 2 Maret Pak Jokowi sendiri yang umumkan suspect positif, 31 Maret baru keluar PSBB," jelasnya.
Tidak ada langkah tegas setelah pengumuman kasus pertama membuat penyebaran Virus Corona menjadi lebih mudah.
Dirinya juga menyinggung permintaan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang sudah menginginkan adanya pembatasan lebih awal.
Anies Baswedan dinilai paham dengan kondisi Jakarta yang merupakan kota besar dan menjadi pusat episentrum penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Namun hal itu justru ditolak oleh pemerintah pusat.
Menurut Mardani, keputusan yang dilakukan oleh Anies Baswedan sudah sangat tepat, karena Jakarta juga merupakan pintu dari penyebaran Virus Corona.
"Betapa lama, padahal nyuwun sewu Bang Karni, Gubernur DKI Mas Anies Baswedan dari awal lockdown, karantina wilayah, kalau perlu biar DKI yang urus," kata Mardani.
"Karena memang virus ini pandemi bukan epidemi, jadi dia memang global dan bukan dari dalam," sambungnya.
"Sehingga kalau Jakarta dan kota-kota besar itu dijagain dari awal pintu masuk kita, maka kita bisa terjaga."
Lebih lanjut, mengenai wacana relaksasi PSBB, Mardani menilai sebagai langkah mundur.
• Kembali Terjadi, Ribuan Cacing Muncul dari Dalam Tanah di Lombok Tengah, Ada Apa?
• Achmad Yurianto: Kasus Virus Corona Dibulan Juni dan Juli Sudah Mulai Bisa Dikendalikan