Breaking News:

Berita Sangihe

Ibu di Kepulauan Sangihe Beri Makan Anaknya dari Dalam 'Jeruji Besi', Jull: DP3A Jangan Tutup Mata

Diduga karena melakukan aktivitas tambang di wilayah yang dianggap ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, seorang perempuan dibekuk aparat kepolisian

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Ibu Beri Makan Anak dari Dalam Sel 

TRIBUNMANADO.CO.ID, TAHUNA - Diduga karena melakukan aktivitas tambang di wilayah yang dianggap ilegal di Kabupaten Kepulauan Sangihe, seorang perempuan dibekuk aparat kepolisian setempat.

Tak hanya itu, dia harus memberikan makan anaknya dari balik jeruji besi di salah satu polsek di Kepulauan Sangihe.

Hal itu terungkap melalui keterangan Ketua Lembaga Perlindungan Anak Sulut, Jull Takaliuang.

“Saya tidak bertujuan mengintervensi urusan hukum yang sementara dijalani sang ibu. Tetapi di tengah suasana mencekam akibat Covid-19, telah ada kebijakan dari pemerintah untuk membebaskan banyak napi dari penjara,” ungkapnya pada Tribun Manado, Rabu (6/5/2020) via telepon.

Bantah Lamban Salurkan Bantuan Sembako, Hamdi Egam: Pemkab Boltim Terus Salurkan Tanpa Henti

Aktivis perempuan dan anak tersebut meminta DP3A Kepulauan Sangihe, untuk dapat mendampingi persoalan yang dihadapi oleh perempuan dan anak tersebut.

“Memohon juga perhatian pemerintah Kabupaten Sangihe melalui DP3A Sangihe untuk bisa melihat posisi kasusnya seperti apa. Mungkin ada hal yang bisa dikoordinasikan antar institusi yang berwenang untuk memberikan dukungan bagi sang ibu dan balita tersebut,” tutur Takaliuang.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan perlindungan Khusus Anak DP3A Sangihe, Rahel Dalawir mangatakan mereka telah meminta klarifikasi langsung dari Polsek Tahuna terkait adanya foto ibu dan anak di dalam tahanan Polsek Manganitu yang sekarang sudah di Polsek Tahuna.

Pertamina Tambah Stok LPG 3 Kg untuk Bolmong Raya Selama Ramadan

“Tidak benar kalau ibu itu ditahan bersama dengan anaknya. Yang benar adalah pada saat ibunya ditahan di Polsek Manganitu anak yang berusia dua tahun itu ingin dipertemukan dahulu dengan ibunya sebelum ibunya dipindahkan ke Polsek Tahuna ini sesuai pernyataan dari ibu ini,” katanya.

Namun begitu, menurutnya, mereka akan berupaya terus mencoba mendampingi persoalan hukum yang dijalani perempuan tersebut.

“Nanti besok diupayakan bersama Kadis akan dicari solusi. Ibu itu tuan tanah sudah peringatkan. Kami sementara upayakan,” jelas Dalawir.

Kata Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi Mengenai Perppu Nomor 2 Tahun 2020

Kapolsek Manganitu, Iptu Joubert Johanis saat dikonfirmasi via telpon menjelaskan tahanan tersebut hanya titipan ke Polsek Manganitu.

“Tahanan tersebut hanya titipan ke Polsek Manganitu,” singkatnya.

Terpisah Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo mengungkapkan besok pihaknya akan melakukan pemeriksaan kepada Kapolsek dan petugas jaga.

“Besok akan kami lakukan pemeriksaan terhadap Kapolsek dan anggota jaganya yang lalai. Nanti setelah ada pemeriksaan akan kami beritahu,” ungkap Kapolres saat dihubungi. (Nie)

BPJamsostek Raih Bronze Medal di Asia Sustainability Reporting Awards

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved