Cegah Dehidrasi, Jaga Kebutuhan Cairan Selama Berpuasa, Begini Caranya
satu persen dehidrasi (setara dengan kehilangan air dengan satu persen dari berat badan) akan menghasilkan efek negatif pada fungsi mental dan fisik
TRIBUNMANADO.CO.ID - Orang yang berpuasa selama bulan Ramadan akan mengalami dehidrasi ringan, terutama jika cuaca panas.
Kondisi ini dapat menyebabkan sakit kepala, kelelahan, sembelit, dan kurang konsentrasi.
Penelitian telah menunjukkan bahwa bahkan satu persen dehidrasi (setara dengan kehilangan air dengan satu persen dari berat badan) akan menghasilkan efek negatif pada fungsi mental dan fisik.
Minum cairan sangat penting untuk setiap fungsi tubuh.
Cairan membantu mengangkut nutrisi ke sel-sel tubuh, membersihkan bakteri dan racun dari kandung kemih, mempertahankan fungsi ginjal yang tepat, dan mencegah sembelit.
Hidrasi yang tepat dapat memaksimalkan performa, meningkatkan tingkat energi, dan menunda kelelahan otot.
Untuk mencegah dehidrasi selama puasa, berikut tips mengonsumsi cairan:
1. Utamakan air saat berbuka puasa
Mulailah berbuka puasa dengan dua gelas air. Setidaknya konsumsi 1,5 liter air (6 gelas) sepanjang malam sampai sahur.
Jangan minum semua air yang dibutuhkan sekaligus karena akan membuat ginjal stres.
Caranya, bagi kebutuhan air dalam beberapa waktu, yaitu saat berbuka, setelah makan berat, setelah tarawih, dan sebelum tidur.
Bagi mereka yang bertanya-tanya apakah yang terbaik untuk minum air hangat atau dingin, ini adalah jawabannya: Jika kamu berkeringat, kepanasan atau baru saja selesai berolahraga, air dingin dengan cepat akan merehidrasi dan menyegarkan tubuh.
Air hangat di sisi lain akan membuat kita tak gampang haus dan akan membantu pencernaan.
Air hangat membantu sirkulasi darah yang sangat nyaman sebagai pelemas otot dan membantu melawan sembelit.
2. Cairan lain yang dikonsumsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/konsumsi-air-putih.jpg)