Selasa, 5 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Teori Konspirasi

Teori Konspirasi Banyak Peminat, Berikut Alasannya Secara Psikologis

Berikut penjelasan apa itu teori konspirasi dan kenapa banyak orang percaya teori konspirasi jika ditilik dari kacamata psikologi.

Tayang:
Editor: Isvara Savitri
freepik
ilustrasi jaringan 5G. Muncul teori konspirasi yang mengaitkan penyebaran covid-19 berkaitan dengan jaringan 5G sehingga sejumlah tower 5G di Inggris dirusak. 

Beberapa alasan ini dapat digolongkan ke dalam tiga garis besar, yakni:

  • Alasan epistemik

Alasan epistemik mengacu pada keinginan untuk memperoleh kepastian dan pemahaman.

Di tengah kondisi yang membingungkan, kacau, berbahaya, atau penuh ketidakpastian, orang jadi ingin memahami sekaligus terdorong untuk menjelaskan apa yang terjadi.

Dengan percaya teori konspirasi, seseorang jadi bisa membangun pemahaman yang konsisten, stabil, dan jelas akan suatu permasalahan.

Keyakinan atas teori konspirasi ini dapat meningkat saat kasusnya berskala besar.

Dalam suatu peristiwa besar, umumnya terdapat banyak informasi yang berceceran dan berbeda. Orang pun jadi ingin mencari penjelasan utuh dari simpulan informasi itu.

Teori konspirasi datang menyelinap sebagai kabar alternatif untuk mengakomodasi kebutuhan akan informasi yang saling berkaitan tersebut.

Agar makin meyakinkan, para pembuat teori konspirasi umumnya juga memberikan "bumbu", penyebab mendasar dari suatu persoalan bersifat rahasia.

Saat kebingungan menyeruak, orang jadi percaya dan berasumsi bahwa mereka jadi korban suatu kekuatan.

Orang yang percaya teori konspirasi juga disebut memiliki kemampuan analitis yang rendah. Golongan ini cenderung mencari penjelasan dari sesuatu yang praktis.

Bias konfirmasi juga dapat membuat seseorang percaya teori konspirasi.

Secara alami, orang mencari informasi yang mereka anggap benar. Saat menemukan teori yang mendukung kepercayaannya, mereka pun dengan mudah percaya.

  • Alasan eksistensial

Menurut studi lain, orang percaya teori konspirasi agar lebih aman dan terkendali. Saat orang merasa terancam, mendeteksi bahaya dapat meredakan kecemasan.

Menurut penelitian yang memahami motivasi eksistensial ini, ada bukti percaya pada teori konspirasi dapat membantu seseorang merasakan kontrol pada sesuatu.

Tak pelak, banyak orang tertarik teori konspirasi sebagai cara untuk memahami dunia dan merasa bisa mengendalikan nasib mereka sendiri.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved