Senin, 13 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Teori Konspirasi

Teori Konspirasi Banyak Peminat, Berikut Alasannya Secara Psikologis

Berikut penjelasan apa itu teori konspirasi dan kenapa banyak orang percaya teori konspirasi jika ditilik dari kacamata psikologi.

Editor: Isvara Savitri
freepik
ilustrasi jaringan 5G. Muncul teori konspirasi yang mengaitkan penyebaran covid-19 berkaitan dengan jaringan 5G sehingga sejumlah tower 5G di Inggris dirusak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Teori konspirasi bukanlah hal yang baru. Sejak dulu, teori ini mengisi ruang-ruang perdebatan tentang isu yang populer di masyarakat.

Topik teori konspirasi pun beragam. Ada yang tentang tragedi, serangan teroris, sampai isu kesehatan.

Salah satu teori yang mengemuka adalah industri farmasi sengaja menyebarkan penyakit untuk menjual vaksin atau obat penangkal penyakit tertentu.

Di tengah pandemi Covid-19, beragam teori konspirasi corona juga beredar di ruang perbincangan publik.

Berikut penjelasan apa itu teori konspirasi dan kenapa banyak orang percaya teori konspirasi jika ditilik dari kacamata psikologi.

Apa itu teori konspirasi?
Melansir Verywell Mind, teori konspirasi adalah keyakinan terdapat kelompok tertentu yang merencanakan dan menjalankan suatu niat jahat secara rahasia.

Agar makin yakin, pembuat teori konspirasi lazim menyebut otak di balik suatu kejadian didalangi kelompok yang berkuasa, orang "kuat", jahat, dan bersekongkol untuk menghancurkan orang lain.

Di tengah era keterbukaan informasi, sebenarnya setiap orang memiliki akses untuk menelusuri kebenaran informasi atau fakta di balik teori konspirasi.

Namun, nyatanya tidak demikian. Banyak orang yang termakan atau gampang percaya teori konspirasi.

Para ahli psikologi menduga, banyak orang bisa percaya teori konspirasi karena alasan psikologis. Hal itu tak lepas dari proses evolusi.

Saat Anda merasa tak berdaya dan terkucilkan, percaya ada kekuatan yang berkomplot untuk melawan minat atau kepentingan Anda menjadi sesuatu yang menarik.

Dari ketertarikan tersebut, teori bisa mengakar. Setelah itu ada peran bias kognitif dan jalan pintas mental yang mendorong Anda jadi lebih percaya teori konspirasi.

Proses berpikir sejenis juga terjadi saat seseorang percaya paranormal atau peramal.

Berikut penjelasan lebih lanjut bagaimana orang percaya teori konspirasi dari kacamata psikologi.

Kenapa orang percaya teori konspirasi?
Para ahli menyebut banyak alasan mengapa seseorang bisa percaya pada teori konspirasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved