Ramadan 2020
Ramadan 1441 Hijriah: di Kota London, Suara Azan Terdengar Meski Tak Terlalu Keras
Wahyu menuturkan, waktu berpuasa bagi umat muslim di Britania Raya menjadi lebih lama. Bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas di Inggris.
"Puasa di tengah COVID-19 ini kita di rumah saja. Alhamdulillah kan, dengan begitu mungkin kita menjadi lebih khusuk karena kita tidak perlu berkeliaran ke mana-mana di musim panas ini," katanya.
"Minim gangguan jadinya, karena biasanya di musim panas gini orang-orang pakai bajunya minimalis," sambung Wahyu menceritakan.
Wahyu menceritakan, banyak hal yang ia rindukan tentang berpuasa di Indonesia.
Salah satu yang paling dirindukannya yakni tarawih berjamaah, kemudian pulang ke rumah masing-masing sembari mengobrol.
Di Inggris budaya seperti itu tidak ada karena perbedaan kultur.
"Karena perbedaan kultur, kadang saya rindu mendengarkan suara bedug. Suara adzan di sini pun tidak terlalu keras lewat speaker. Karena memang jumlah masjidnya sedikit," kata dia.
Kadang saya juga kangen beberapa momen berpuasa di Indonesia. Misalnya ngobrol sama tetangga sembari berjalan kaki bersama sepulang tarawih," terang Wahyu.
• SOAL dan Kunci Jawaban Materi Belajar dari Rumah pada Rabu 29 April 2020, Untuk SD Kelas 1 2 3 4 5 6
• Bacaan Niat Puasa Ramadan dan 4 Doa Saat Berbuka Puasa: Ya Allah KarenaMu Aku Berpuasa
• Olly Golkan Tol Amurang dan Jembatan Lembeh: Bahas Kawasan Industri Mongondow
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ramadan di Kota London: Suara Azan Terdengar Meski Tak Terlalu Keras.