Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ramadan 2020

Ramadan 1441 Hijriah: di Kota London, Suara Azan Terdengar Meski Tak Terlalu Keras

Wahyu menuturkan, waktu berpuasa bagi umat muslim di Britania Raya menjadi lebih lama. Bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas di Inggris.

Editor: Rizali Posumah
TRIBUN/HO
Wahyu Hansudi, warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di London, Inggris. Wahyu menceritakan waktu berpuasa bagi umat muslim di Britania Raya kini menjadi lebih lama di musim panas. Pria asal Malang Jawa Timur telah 17 tahun hidup di London bersama seorang istri dan dua anaknya. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Bagaimana ramadan di Kota London, Inggris diceritakan oleh Wahyu Hansudi, warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di sana.

Wahyu menuturkan, waktu berpuasa bagi umat muslim di Britania Raya menjadi lebih lama.

Bulan Ramadan bertepatan dengan musim panas di Inggris.

"Hari pertama puasa kemarin itu mulai jam 04:10, kemudian kita buka puasa itu pukul 20:16."

"Dan waktu puasa itu nanti akan semakin panjang ketika mendekati akhir bulan Ramadhan," jelas Wahyu kepada Tribun.

"Sampai nanti di hari terakhir puasa, kita itu harus selesai sahur pukul 03:05 kemudian nanti kita berbuka pukul 21:10 malam."

"Jadi secara waktu karena ini musim panas jadi lebih panjang," tambahnya.

Wahyu, sapaan akrabnya, telah 17 tahun hidup di London bersama seorang istri dan dua anaknya.

Pria asal Malang Jawa Timur itu adalah seorang pengusaha di bidang Tour & Traveling.

Wahyu menjelaskan, secara kultur, suasana berpuasa di Inggris dan di Indonesia sangat jauh berbeda.

Di Indonesia, satu hari sebelum puasa berlangsung, biasanya ada banyak acara selamatan. Di London, lanjutnya, tidak ada.

"Di sini kalau puasa ya puasa saja, tidak ada yang khusus. Mungkin karena minoritas," jelas Wahyu.

Empat minggu lalu, kebijakan lockdown telah diterapkan di London. Lockdown diterapkan menyusul pertumbuhan kasus Covid-19 yang terus bertambah.

Menjalankan puasa di tengah berlakunya kebijakan tidak keluar rumah, lanjut Wahyu, membuatnya lebih khusuk.

Khususnya karena ia tidak perlu keluar rumah di musim panas ini.

Ketika musim panas tiba, warga di London, menurut keterangan Wahyu, kerap mengenakan pakaian minimalis. Hal tersebut menjadi sebuah cobaan baginya yang sedang berpuasa.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved