Berita Manado
Terkait Pembubaran Jualan Takjil di Lorong, Ini Kata Kasatpol PP Manado
Polisi Pamong Praja (Pol PP) Manado terpaksa membubarkan aktivitas yang berpotensi membuat kerumunan massa
Penulis: Fistel Mukuan | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Polisi Pamong Praja (Pol PP) Manado terpaksa membubarkan aktivitas yang berpotensi membuat kerumunan massa.
Petugas Satpol PP menertibkan warga yang menjual takjil di lorong-lorong, pinggir jalan, di Wonasa, Selasa (28/4/2020).
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Manado Johanis Waworuntu menjelaskan, bahwa hal itu perlu dilakukan untuk keselamatan semua warga.
“Kami dari Satpol bermaksud baik, dalam rangka menghindari kerumunan orang banyak yang membeli Takjil,” ujar Johanis.
• BREAKING NEWS: Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 3, Jumlah Kasus 43, 2 Warga Manado, 1 Tomohon
Ia mengingatkan bahwa tindakan petugas itu perlu dilakukan terkait Protokol Kesehatan dalam upaya percepatan penanganan penyebaran Covid-19.
“Saran kami, silakan berjualan dari rumah ke rumah. Bukan statis berdiam di suatu tempat, terlebih di trotoar/pinggir jalan yang berpeluang dan berpotensi menimbulkan kerumunan orang,” ujarnya.
Menurutnya, peringatan terkait berjualan atau berkerumun sudah disampaikan sebelumnya oleh aparat pemerintah setempat, baik camat, lurah ataupun kepala lingkungan.
“Satpol sehari sebelumnya melakukan penertiban dan sudah diingatkan bahwa besok tidak boleh lagi berjualan takjil di lokasi tersebut, tapi kenyataannya masih dilakukan,” ujarnya.
• BREAKING NEWS, Kasus Virus Corona Sulawesi Utara Bertambah jadi 43 Orang
Ia menjelaskan, dalam upaya penertiban tersebut sebenarnya berjalan lancar. Para penjual takjil sudah memahami dan membereskan dagangan mereka.
“ Tapi dari dalam lorong terdengar keributan dan ada orang melempar batu besar dan mengenai anggota kami, yang bernama Melki Mokoginta,” ujar Johanis.
Ia berharap warga benar-benar mau bekerja sama memutus mata rantai penyebaran virus Corona dengan mentaati aturan yang sudah dibuat pemerintah.
• Polres Minsel Bagikan Paket Sembako dari Rumah ke Rumah
• Kapolda Sulut Keliling Pulau Lembeh, Sekaligus Pantau Pencegahan Pandemi Covid-19
Sementara itu, Rionaldy warga setempat meminta pemerintah memfasilitasi mereka berjualan.
"Saya mewakili masyarakat di sini tolonglah cari solusi, bagaimana baiknya bagi aparat karena sifatnya ini untuk cari makan," tambah Rionaldy.
Sementara itu, Sardino Lihawa sebagai tokoh masyarakat meminta pemkot memberikan jalan keluar bagi warga yang ingin berjualan.
“ Berjualan takjil ini hanya dua minggu, selama ini mengurungkan diri di rumah," kata Sardino
Menurutnya, berjualan ini untuk mencari nafkah mengisi perut. "Sampai sekarang belum ada bantuan dari pemerintah jadi mereka mencari jalan untuk berjualan," ujarnya. (fis)
• Masa Pandemi Covid-19, Kejari Tomohon Sudah Gelar 24 Sidang Online