Dua Pria Terpapar Covid Tulari Dua Wanita: 40 Pasien Positif Corona di Sulut
Perlahan tapi pasti! Jumlah orang positif terjangkit Coronavirus disease 2019 (Covid-19) bertambah di Sulawesi Utara.
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Menurut Tatong, dalam pengajuan PSBB ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi sebagaimana diatur dalam Permenkes 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus disease 2019 (Covid-19).
"Sejak 7 warga Kotamobagu reaktif positif Covid-19 melalui rapid tes pekan lalu, saya sudah meminta Tim Gugus Tugas mempelajari kemungkinan pengajuan PSBB, dengan mempertimbangkan peningkatan jumlah kasus yang ada, maupun kajian epidemiologis. Kami sudah membahas ini sebelum lima warga terkonfirmasi positif. Kriteria dalam PSBB cukup ketat, mulai dari jumlah kasus dan kematian yang meningkat tajam, penyebaran yang mulai meluas ke beberapa wilayah melalui transmisi lokal, serta terdapat kaitan epidemiologis dengan kejadian serupa di wilayah lain," kata dia.
Pemerintah daerah, tambahnya, juga harus menyiapkan beberapa informasi pendukung dalam pengajuan PSBB ke pemerintah pusat dalam hal ini ke Menteri Kesehatan. "Informasi kesiapan daerah dalam penyediaan kebutuhan hidup dasar masyarakat, fasilitas kesehatan, ketersediaan anggaran dan operasional jaring pengaman sosial, serta aspek keamanan dan perekonomian daerah, juga harus disampaikan bersama kriteria yang ada," katanya.
Wali Kota menambahkan, data dan informasi yang menjadi kriteria ini harus benar disajikan secara terukur agar bisa disetujui oleh pemerintah pusat. "Sudah banyak daerah yang ditolak pangajuannya karena tak bisa memenuhi kriteria yang ditentukan, sementara jumlah kasus di daerah tersebut juga sudah tergolong cukup mengkhawatirkan,” katanya.
Lanjut Tatong, Gorontalo misalnya yang sudah memiliki kasus 12 pasien berstatus positif Covid-19, tapi masih ditolak oleh pemerintah pusat. Saat ini di kita 6 pasien berstatus positif, 6 pasien dalam pengawasan (PDP), serta 14 orang dalam pemantauan (ODP). “Inilah yang harus kita kaji dan persiapkan dengan matang. Kriterianya harus bisa terpenuhi agar nantinya usulan kita bisa disetujui," papar dia
Selain penyedian data dan informasi, ujar Wali Kota, pemda juga harus melakukan kajian terhadap berbagai aspek, mulai dari masalah sosial, ekonomi, maupun keamanan, terutama kemampuan ketersediaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung selama penerapan PSBB.
“Ketika PSBB ditetapkan, maka akan ada pembatasan terhadap berbagai aktivitas masyarakat, mulai tempat kerja yang tutup, pembatasan kegiatan sosial, keagamaan, aktivitas di tempat umum, maupun transportasi,” ungkapnya.
Sebab, tambah dia, dari data yang ada, di beberapa daerah yang telah menetapkan PSBB ternyata penambahan kasus tetap terjadi setiap harinya. Hal ini juga menjadi salah satu bahan kajian pemerintah kota. "Penerapan PSBB pun belum merupakan jaminan bahwa jumlah kasus akan mulai berkurang. Kita bisa melihat Jakarta, Tangerang Selatan dan Tangerang, serta beberapa daerah lainnya.
Meski sudah PSBB tapi hampir setiap hari ada penambahan kasus baru, ini juga patut dijadikan pertimbangan, karena pada dasarnya semua kembali ke masyarakat, terutama bagaimana mereka disiplin dan menaati protokol Covid-19," tandasnya.
Kadis Kesehatan Kotamobagu, dr Tanti Korompot mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan tracking, mencari orang yang mempunyai kontak erat dengan salah satu pasien, yang diketahui merupakan penjual sayur. "Kami sudah selidiki rute penjualannya, dan turut melacak keluarga terdekat yang pernah melakukan kontak dengan yang bersangkutan," jelas dia.
"Khusus tenaga medis yang reaktif dalam rapid tes juga sudah kita isolasi sembari menunggu hasil swab. Nantinya dalam waktu dekat kami juga akan melakukan tracking mencari orang yang mempunyai kontak erat dengan mereka," kuncinya. (juf/drp/art/mjr/drp)
EMPAT KASUS BARU
Kasus 37
- Pria berumur 39 tahun
- Kota Bitung
- Riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal
Kasus 38
- Perempuan berumur 32 tahun
- Kota Bitung
- Kontak erat berisiko tinggi dari kasus 37
Kasus 39
- Pria berumur 53 tahun
- Kota Manado
- Kontak erat berisiko tinggi dari pasien kasus 35
Kasus 40
- Perempuan berumur 19 tahun
- Kota Manado
- Kontak erat risiko tinggi dari pasien kasus 35 dan 39
- Riwayat perjalanan dari daerah transmisi lokal
Sumber: Satgas Covid-19 Sulut (Jumat 26/4/2020)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/konferensi-pers-sagtas-covid-19-sulut-6.jpg)