Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tips Sehat

Tips Tetap Sehat Selama Bulan Puasa, Diantaranya Hindari Berbuka dengan Gorengan

Gorengan dan lontong adalah menu takjil paling favorit. Saat buka puasa, gorengan adalah menu yang diambil lebih dulu paling utama.

Editor: Chintya Rantung
TribunStyle.com / Instagram @dolandanjajan
Ilustrasi gorengan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Lezatnya rasa gorengan begitu digemari jadi menu saat berbuka di bulan puasa.

Ya, tidak dapat disangkal lagi, bahwa masyarakat Indonesia akrab dengan makanan yang serba digoreng.

Dari sarapan hingga makan malam, dari camilan hingga hidangan utama, ada saja yang berupa gorengan. Gurih dan praktis.

Di saat puasa, jujur saja, paling enak saat berbuka puasa adalah menyantap takjil atau menu berbuka yang terdiri dari makanan ringan.

Gorengan dan lontong adalah menu takjil paling favorit. Saat buka puasa, gorengan adalah menu yang diambil lebih dulu paling utama.

BAHAYA GORENGAN, Risiko Kematian Dini hingga Penyakit Kardiovaskular 8 Persen Lebih Tinggi
BAHAYA GORENGAN, Risiko Kematian Dini hingga Penyakit Kardiovaskular 8 Persen Lebih Tinggi (loop)

Kerap kali makanan yang dianggap praktis seperti gorengan selalu menjadi menu utama masyarakat dalam berbuka puasa bahkan saat sahur pada bulan Ramadan.

Makanan yang digoreng atau bersantan, serta makanan manis diklaim merupakan makanan yang paling enak dikonsumsi saat berbuka puasa atau sahur karena rasanya gurih dan membuat tubuh terasa segar. Benarkah pola makan seperti ini?

Harap tahu, saat berpuasa, tubuh seseorang terutama bagian lambung akan kosong 13-14 jam. Setelah 6 jam makan sahur maka lambung akan kosong.

Dalam keadaan itu, gula darah akan turun dan lambung kosong. Maka paling baik adalah mengonsumsi makanan manis saat berbuka, bukan langsung menyantap gorengan.

Sebab gorengan lebih lama diserap oleh tubuh yang membutuhkan pemulihan setelah seharian berpuasa.

Sebaiknya membuka puasa dengan makanan atau minuman yang manis, misalnya teh manis hangat dan kurma serta segelas air, agar cepat diserap tubuh.

Gorengan
Gorengan (Tribunnews.com)

Gorengan sebaiknya disantap setelah 30 menit sampai 1 jam kemudian, atau biasanya setelah salat magrib. Disarankan jangan kebanyakan, cukup 1 gorengan dulu.

Mengapa disarankan cukup 1 saja, karena biasanya saat makan malam, umumnya setelah salat Tarawih, ada saja lauk yang digoreng. Nah, ini pasti kita akan mengambil juga.

Bila makan gorengan terlalu banyak saat berbuka, dan ditambah lagi makan gorengan saat makan besar, dapat dibayangkan berapa kalori dan lemak yang berkumpul di tubuh.

Padahal, makna dan tujuan berpuasa sejatinya adalah mengurangi makan. Sehingga jangan ada upaya ‘balas dendam’ saat berbuka dengan makan sebanyak-banyaknya, terutama gorengan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved