Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

NPL Stabil, Ini Strategi Akseleran Memitigasi Risiko Kredit Bermasalah

Platform Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran berhasil mencatat rasio Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah yang stabil

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Ivan Tambunan CEO & Co-Founder Akseleran 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Platform Peer to Peer (P2P) Lending Akseleran berhasil mencatat rasio Non Performing Loan (NPL) atau  kredit bermasalah  yang stabil di tengah masih mewabahnya pandemi Covid-19.

Hingga pertengahan Maret 2020, rasio NPL Akseleran tercatat berada di angka 0,73 persen dari total penyaluran pinjaman usaha dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,76 persen.

Ivan Tambunan CEO & Co-Founder Akseleran, mengatakan bahwa Akseleran tetap berkomitmen untuk menyalurkan pinjaman usaha kepada setiap penerima pinjaman (borrower) yang memang layak memperoleh pinjaman usaha sekaligus mendukung mereka di saat kondisi sulit seperti sekarang ini.

Menurutnya, tidak semua platform P2P Lending yang melakukan langkah Akseleran tersebut dan tetap menjalankan langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi terjadinya kredit bermasalah.

Polisi Ungkap Kronologis Kejadian Kebakaran di Karombasan, Kerugian Ditaksir Capai Miliaran

“Pada prinsipnya, selama setiap borrower memang layak untuk memperoleh pinjaman usaha dengan sejumlah kategori, misalnya arus kas mereka masih baik dan bisnisnya tetap berjalan baik maka kami tetap mendukung kelangsungan bisnis usaha mereka," kata Tambunan, Rabu (22/04/2020).

Saat ini, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha sebesar lebih dari 1,1 triliun rupiah. Tetap rendahnya rasio NPL Akseleran, dia menjelaskan, pihaknya melakukan tiga langkah strategis.

Pertama, terangnya, Akseleran melakukan pengetatan dalam penilaian kredit terhadap calon borrower termasuk melakukan penilaian menyeluruh tentang dampak pandemi Covid-1919 pada bisnis borrower yang bersangkutan.

Kedua, pemantauan portofolio yang berkelanjutan dan ketiga penerapan asuransi kredit yang berkelanjutan.
“Kami optimistis dapat tetap menjaga rasio NPL di bawah 1 persen hingga akhir tahun 2020," jelas dia.

KASUS Covid-19 di Sulut Tak Bertambah, 12 Orang Dirawat di RSUP Prof Kandou - RSAD Wolter Mongisidi

Kemudian, Akseleran tetap melakukan penagihan terhadap borrower dan penting untuk dipahami bahwa pinjaman melalui platform P2P Lending seperti Akseleran merupakan kesepakatan perdata antara pemberi pinjaman (lender) dan peneriman pinjaman (borrower).

Sehingga jika ada perubahan ketentuan-ketentuan di dalamnya tetap tunduk pada ketentuan dalam persetujuan pemberi pinjaman dan penerima pinjaman terkait.

Di sisi lain, dia menyampaikan, 90 persen pinjaman di Akseleran berbentuk invoice dan pra invoice financing dimana sumber pembayaran pinjaman sudah jelas yang berasal dari pembayaran invoice terkait.

Umat Muslim Jalani Ibadah Puasa di Situasi Covid-19 yang Serba Tak Biasa

Hal positifnya bagi Akseleran, terangnya, sejauh ini secara portofolio tidak ada borrower Akseleran yang bergerak di sektor pariwisata dan hanya kecil persentasenya yang bergerak di sektor perdagangan atau bisnis manufaktur yang terhubung dengan pemasok atau customer dari negara asing yang terdampak pandemi Covid-19.

“Sebagian besar sektor bisnis borrower kami berasal dari konstruksi, minyak dan gas, dan pertambangan dimana semuanya berbasiskan invoice financing dan pra invoice financing yang sudah jelas pembayarannya dari mana sehingga tidak terlalu terdampak oleh covid19," jelas dia.

Untuk pengajuan permintaan pinjaman ke Akseleran juga mengalami pertumbuhan cukup signifikan di pertengahan Maret 2020 yang tumbuh hingga 97 persen dibanding pertengahan Januari 2020.(ndo)

Ayam Geprek Murcheess Ala Clau, Jadi Makanan Favorit Warga

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved