Update Virus Corona Sulut
Dampak Covid-19, Membuat Penjualan BBM di Tomohon Lesu
Adanya virus corona (covid-19) membuat Penjualan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Tomohon kian lesu.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Adanya virus corona (covid-19) membuat penjualan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Tomohon kian lesu.
Hal ini terbukti dengan menurun omset hingga penjualan di dua Stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) yang ada di Kota Tomohon.
Di SPBU Kakaskasen misalnya, yang mampu menghabiskan 32 ribu liter per harinya, namun adanya penerapan sosial distancing membuat penjualan lesu.
"Biasanya satu hari sampai 32 ribu liter yang bisa dihabiskan. Tapi ini sudah tidak menentu," kata Robert Mandagi yang merupakan penjaga SPBU Kakaskasen Tomohon, Jumat (17/4/2020)
Dia menambahkan 32 ribu liter tersebut, terdiri dari 16 ribu pertalite, 8 ribu liter solar, lalu 8 ribu liter premium.
• Terkait Dana BOS Bisa untuk Beli Paket Data, Ini Tanggapan SMK Negeri 1 Manado
Untuk itu, dia menjelaskan pasokan BBM dari pertamina turut berkurang, yang mana biasanya setiap hari ada 1 tangki berisi 16 ribu liter yang masuk. Kini pasokan BBM sudah tak lagi menentu.
"16 ribu liter terdiri 8 ribu premium dan setengahnya lagi yaitu pertalite, itu biasanya keesokan hari langsung ada ada pasokan baru. Karena langsung habis hari itu juga. Tapi ini pasokan BBM yang masuk tidak menentu, malah bisa tiga sampai empat hari," jelasnya lalu menambahkan untuk omzet turut merosot sampai 40 persen.
"Pendapatan per hari bisa Rp 130 juta sudah termasuk modal. Tapi ini hanya Rp 80 juta," tukasnya.
Hal yang sama turut terjadi di SPBU Walian, Kecamatan Tomohon Selatan, yang mana menurut Jufri Mumek yang merupakan supervisior, semenjak adanya virus corona terjadi penurunan sampai 70 persen.
Untuk biasanya setiap hari mampu menghabiskan 8 ribu premium, 16 ribu pertalite, 8 ribu solar.
• Fakta Tak Terduga Mata-mata KKB Papua Berpangkat Komandan & Sebagai Karyawan Keamanan di PT Freeport
"Itu biasanya stok yang masuk per hari dan langsung habis terjual," katanya.
Pria yang biasa disapa Juf ini, mengatakan untuk pasokan pertalite sudah tinggal empat kali masuk selama seminggu dengan 8 ribu setiap tangki.
Begitupun dengan premium yang setiap harinya masuk pasokan baru, tapi tinggal jadi empat minggu sekali.
• KABAR BAIK, WHO Sebut 70 Vaksin Virus Corona Covid-19 Sedang Dikembangkan, 3 Diuji Coba ke Manusia
"Baik Premium ataupun pertalite tinggal empat kali seminggu masuk pasokan. Kalau normal itu tiap hari masuk," ujarnya, saat di temui di kantor SPBU Walian, Jumat (17/4/2020) siang.
Adapun untuk penjualan total menurut Juf, dalam sebulan terakhir mengalami penurunan sampai 75 persen.
"Satu bulan terakhir penjualan tinggal 128 ribu liter, padahal biasanya sampai 480 ribu liter," pungkasnya. (hem)
• Hari Ini 17 April 2020 Harga Emas Antam Capai Rp 942.000 per Gramnya