Tips Hadapi Virus Corona
Pandemi Virus Corona Sebabkan 3 Efek Psikologis Bagi Seseorang
Sebagai upaya menghentikan laju penyebaran virus, masyarakat diminta berdiam di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah
Sementara itu, munculnya stres juga dapat diakibatkan dari faktor perekonomian, urusan keluarga di mana kondisi ini pun cenderung membuat seseorang tidak mau mematuhi aturan.
Ketidakpercayaan
Diketahui, pemerintah telah berupaya melakukan pencegahan penularan virus corona dengan langkah PSBB dan meminta masyarakat untuk tidak mudik, serta tetap menjaga jarak antar-manusia.
"Tetapi masyarakat yang merasa sudah tidak punya penghasilan lagi dan kehidupannya tidak disokong, maka stres ini membuat mereka memilih untuk mencari tempat aman karena efek 'úncertainty', mengenai ketidakjelasan nasibnya," ujar Latus.
Contoh untuk "loss of control", Latus menyampaikan ketika warga tidak bisa melakukan apa pun dengan angka penambahan kasus Covid-19 di Indonesia.
Sebab kondisi tersebut dinilai terjadi di luar kendali.
"Oleh karena itu mereka mencoba mengambil alih kontrol dengan perilaku yang bisa mereka kendalikan, misal panic buying atau pulang kampung (perilaku yang bisa mereka lakukan dan membuat diri sendiri merasa aman)," terang Latus.
Selain itu, faktor demografi juga berpengaruh, seperti budaya disiplin di Indonesia.
Sebagai makhluk komunal, setiap manusia cenderung untuk bersosialisasi dengan individu lain.
Sementara, jika aturan work from home (WFH) diterapkan terlalu lama, maka akan menimbulkan rasa bosan dan memantik stres.
Latus menyampaikan, perasaan tidak aman terhadap perekonomian membuat stres, aturan pemerintah yang tidak jelas, dan dinilai kurang "mengayomi" pun membuat stres masyarakat.
"Akhirnya banyak yang mengambil tindakan sendiri yang membuat individu merasa lebih aman dan nyaman," lanjut dia.
Kepercayaan yang keliru
Namun, rasa ketidakpatuhan ini ada yang tidak disebabkan oleh pikiran stres, melainkan karena mereka memiliki kekeliruan kepercayaan.
"Ada individu yang memiliki belief yang keliru, pengelolaan informasi yang salah, misalnya merasa bahwa mati adalah urusan Tuhan. Mereka juga tipe-tipe yang masuk dalam jajaran tidak patuh pada aturan," ujar Latus.