Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Tips Hadapi Virus Corona

Pandemi Virus Corona Sebabkan 3 Efek Psikologis Bagi Seseorang

Sebagai upaya menghentikan laju penyebaran virus, masyarakat diminta berdiam di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah

Editor: Finneke Wolajan
Tribun News
Ilustrasi Stress 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Virus corona atau Covid-19 pertama kali terdengar pada Desember 2019.

Kini virus yang menyebabkan gangguan pernafasan itu telah menyebar ke hampir semua negara di dunia.

Tiga bulan setelah laporkan pertama di Wuhan, China, virus itu telah menjangkit di Indonesia.

Melihat sebaran virus corona, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun telah mendeklarasikan Covid-19 sebagai pandemi global.

Di Indonesia sendiri, sudah lebih dari sebulan melaporkan adanya kasus virus corona Covid-19 setelah pasien 1 dan 2 diumumkan pada 2 Maret 2020.

Sebagai upaya menghentikan laju penyebaran virus, masyarakat diminta berdiam di rumah dan mengurangi kegiatan di luar rumah.

Membatasi pertemuan dan hanya tinggal di rumah dalam waktu lama tentu berpengaruh pada kesehatan mental.

3 efek pandemi corona

Psikolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Laelatus Syifa mengungkapkan, kondisi pandemi virus corona ini memberikan tiga efek psikologis bagi seseorang, yakni krisis, uncertainty (ketidakpastian), dan loss of control.

"Untuk efek krisis ditandai dengan datang mendesak secara tiba-tiba tanpa persiapan, dan memiliki efek negatif yang menekan," ujar Latus saat dihubungi Kompas.com pada Selasa (14/4/2020).

Kemudian, untuk efek ketidakpastian, umumnya dirasakan seseorang dengan kekhawatiran kapan kondisi ini akan berakhir, kapan bisa kembali bekerja di perkantoran atau bertemu dengan banyak orang atau sanak saudara kembali.

Sedangkan untuk efek "loss of control", Latus mengungkapkan, orang hanya dapat melihat atau mendengar tanpa bisa melakukan hal apa pun.

"Permisalan dari efek loss of control ini adalah kita bisa melihat bahwa angka kematian terus naik, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Latus.

Dia menambahkan, kondisi ini memicu munculnya stres.

Semakin tinggi stres seseorang, maka semakin besar seseorang untuk tidak patuh terhadap aturan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved