Kabupaten-Kota di Sulut Perketat Perbatasan

Orang dari Kota Manado diwaspadai terkait Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Sejak Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara

Istimewa
Bupati Minut Vonnie Panambunan bagi-bagi masker 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Orang dari Kota Manado diwaspadai terkait Coronavirus disease 2019 (Covid-19). Sejak Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara ini ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal Covid-19, daerah ramai-ramai memberlakukan karantina wilayah. Akses menuju ke Manado ditutup. Kecuali untuk keperluan pangan, kesehatan dan keamanan.

Anang Hermansyah: Seniman juga Dirumahkan

Eksodus warga Manado di Bolaang Mongondow pun terjadi sejak Rabu (8/4/2020) atau sehari sebelum karantina Bolmong Raya (BMR). Mereka adalah PNS dan pegawai swasta. Sebagian besar kantor sudah mewajibkan karyawannya work from home.

Amatan Tribun Manado, kebanyakan warga balik Manado memakai kendaraan pribadi (mobil dan sepeda motor). "Kalau selesai kerja siang nanti saya bakal balik kanan pakai motor," kata Stenly, seorang ASN.

Ia enggan menggunakan jasa angkutan umum atau taksi gelap. Hal itu dinilainya tidak safety. "Musim Corona kita tidak tahu orang sekitar, apakah tertular atau tidak," katanya. Namun sejumlah warga tetap menggunakan jasa taksi gelap. "Saya pakai taksi gelap, hampir kehabisan lagi, karena penumpang sungguh banyak," kata

Pemerintah Kota Kotamobagu, melarang seluruh warga untuk keluar daerah terutama Manado terhitung sejak Kamis (9/4/2020) hingga Selasa (21/4/2020).

Wali Kota Kotamobagu, Tatong Bara mengatakan, larangan tersebut juga berdasarkan kesepakatan kepala daerah se-BMR. Lima kepala daerah sepakat untuk membatasi akses keluar masuk masyarakat.

"Memang tidak ada penutupan total, tapi kita hanya mengizinkan masyarakat yang keluar masuk, kecuali berkaitan dengan kesehatan, keamanan dan pangan. Di luar itu, tidak diizinkan untuk keluar maupun masuk ke Kotamobagu," bebernya.

Glenn Fredly Meninggal Karena Meningitis, Kenali Gejala dan Penyebab Penyakit Ini

Tatong mengatakan, dari data saat ini, ada sekira Rp 9 miliar disiapkan untuk belanja tidak terduga, khusus warga yang terdampak secara ekonomi karena pembatasan aktivitas, misalnya pekerja restoran, kafe yang dirumahkan maupun pelaku UMKM.

Kata Wali Kota, Pemkot terfokus pada pembagian bantuan beras bagi warga kurang mampu. "Dari data, ada 19 ribu jiwa, masyarakat yang akan menerima bantuan beras, sebanyak 135 ton, yang akan dialokasikan 0,4 kg per orang, setiap hari selama 17 hari," tandasnya.

Bupati Minahasa Tenggara James Sumendap secara resmi mengeluarkan Surat Terbuka dengan Menerbitkan Pengumuman nomor 76/BMT/IV-2020 Tentang Isolasi bagi pendatang dari luar daerah dan/atau luar negeri di Kabupaten Mitra hari ini Rabu (8/4/2020).

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved