Tradisi Katolik
Sejarah Minggu Palma, Mengapa Jadi Tradisi Penting Bagi Gereja Katolik?
Minggu Palma adalah satu di antara hari penting bagi umat Katolik di seluruh dunia.
Juga merupakan minggu sengsara
Pada Minggu Palma, gereja tidak hanya mengenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem melainkan juga mengenang akan kesengsaraan Yesus.
Oleh karena itu, Minggu Palma juga disebut sebagai Minggu Sengsara.
Dalam tradisi peribadahan gereja, setelah umat melakukan prosesi daun palem (melambai-lambaikan daun palem), umat akan mendengarkan pembacaan kisah-kisah sengsara Yesus yang diambil dari Injil.
Kisah-kisah ini akan dibacakan ulang dalam liturgi Jumat Agung tetapi pemaknaannya berbeda.
Pembacaan kisah sengsara Yesus dalam liturgi Minggu Palma dimaksudkan agar umat mengerti bahwa kemuliaan Yesus bukan hanya terletak pada kejayaan-Nya memasuki Yerusalem melainkan pada peristiwa wafat-Nya di kayu salib.
Tahun ini ditiadakan
Misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci, Minggu Paskah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Gereja telah mengimbau umat tidak mengikuti misa di gereje, tapi misa dengan live streaming.
Ini dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi corona.
Umat Katolik dapat mengikuti misa yang disiarkan live streaming dari masing-masing keuskupan di Indonesia.
Bagi umat Katoloik, selamat menjalani Pekan Suci menjelang Hari Raya Paskah.
Selamat mengikuti misa Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Suci dan Minggu Paskah.
( Tribunjambi.com )
BERITA TERPOPULER :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/umat-katolik-rayakan-minggu-palmapengenangan-penderitaan-harus-dilakukan-dalam-kesungguhan_20170410_122853.jpg)