Tradisi Katolik
Sejarah Minggu Palma, Mengapa Jadi Tradisi Penting Bagi Gereja Katolik?
Minggu Palma adalah satu di antara hari penting bagi umat Katolik di seluruh dunia.
di kota Yerusalem.
Mengapa daun palma?
Dalam liturgi Minggu Palem ( Minggu Palma ), umat dibagikan daun palem dan ruang gereja dipenuhi ornamen palem.
Daun palma merupakan simbol dari kemenangan.
Daun palma membawa arti ke arah simbol Kristen, digunakan untuk menyatakan kemenangan martir atas kematian.
Martir sering digambarkan dengan daun palem di antara tempat atau tambahan untuk instrumen suci.
Yesus Kristus kerap kali menunjukkan hubungan daun palma sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian.
Lebih jelas lagi, hal itu diasosiasikan dengan kejayaan-Nya memasuki Yerusalem, ( Yohanes 12:12-13).[2]
Daun palem memiliki warna hijau, warna dari tumbuh-tumbuhan dan musim semi.
Oleh karena itu simbol kemenangan dari musim semi atas musim salju atau kehidupan atas kematian,
menjadi sebuah campuran dari kuning dan biru itu juga melambangkan amal dan registrasi dari pekerjaan
jiwa yang baik.
Saat Minggu Palma, umat melambai-lambaikan daun palem sambil bernyanyi.
Hal ini menyatakan keikutsertaan umat bersama Yesus dalam arak-arakan menuju Yerusalem.
Ini menyatakan tujuan yang akan dicapai pada masa yang akan datang: kota Allah, di mana ada kedamaian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/umat-katolik-rayakan-minggu-palmapengenangan-penderitaan-harus-dilakukan-dalam-kesungguhan_20170410_122853.jpg)