Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kesehatan

Rupanya Jus Malah Sebabkan Masalah Kesehatan Bagi Anak, Ini Alasannya

Tak sedikit orangtua yang berpikir mengonsumsi jus sama sehatnya dengan mengonsumsi buah utuh, padahal tak selalu demikian.

Editor: Isvara Savitri
Freepik.com
Ilustrasi anak minum jus. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KESEHATAN - Sebagian orang tua memilih memberikan jus kepada anak-anak mereka ketimbang buah potong karena lebih mudah dikonsumsi.

Tetapi American Academy of Pediatrics (AAP) lebih menyarankan orangtua untuk membatasi konsumsi jus buah yang diminum anak-anak mereka.

Bahkan anak-anak yang berusia lebih kecil dianjurkan tidak meminum jus sama sekali.

Berikut aturan mengonsumsi jus buah yang disarankan American Academy of Pediatrics:

1. Untuk bayi di bawah 1 tahun, jangan beri mereka jus sama sekali. Kecuali dokter anak menyarankannya.

2. Untuk balita usia 1-3 tahun, batasi asupan harian hingga maksimal 4 ons jus.

3. Untuk anak usia 4-6 tahun, batasi asupan harian antara 4 hingga 6 ons jus.

4. Untuk anak usia 7 tahun ke atas, batasi asupan harian tidak lebih dari 8 ons, dan jus sebaiknya tidak lebih dari 1 cangkir buah per hari.

Tak sedikit orangtua yang berpikir, mengonsumsi jus sama sehatnya dengan mengonsumsi buah utuh.

Padahal, tak selalu demikian. Apalagi, konsumsi jus yang berlebihan dapat menyebabkan sejumlah masalah.

Berikut lima alasan mengapa konsumsi jus tak cukup baik untuk anak-anak:

1. Serat kurang
"Ketika minum jus, anak tidak akan mendapatkan serat yang ada dalam buah," kata dokter anak Karen Vargo, MD.

“Serat membantu mengatur metabolisme glukosa darah. Ketika minum jus murni, glukosa darah justru bisa melonjak, karena tidak ada serat untuk melawan semua gula dalam jus."

Selain itu, Dr. Vargo menegaskan, serat juga penting untuk pergerakan usus yang teratur.

2. Bayi tidak membutuhkan gula tambahan
"Jus tidak memiliki manfaat gizi untuk bayi di bawah satu tahun. Mereka mendapatkan semua yang mereka butuhkan dari ASI atau susu formula,” kata Dr.Vargo.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved